I.1. HAL MENGIKUTI JEJAK KRISTUS DAN MENGABAIKAN SEGALA KESIA-SIAAN DUNIA

22 09 2009

1. Tuhan bersabda : Barang siapa mengikuti Daku tiadalah ia berjalan didalam kegelapan (Yoh 8:12)

Inilah sabda Kristus untuk menasehati kita supaya kita meniru hidup ketekunanNya, bila kita sunguh-sungguh ingin mendapat terang dan ingin dibebaskan daripada segala kebutaan hati

Karena itu hendaklah kita mengutamakan dan mencurahkan perhatian kita untuk merenungakan kehidupan Jesus Kristus

2. Ajaran Kristus jauh melebihi semua ajaran orang-orang Kudus dan barang siapa yang mempunyai semanagat yang sejati akan mendapat makna yang tersembunyi didalamnya. Tetapi sering terjadi bahwa banyak orang, meskipun telah berkali-kali mendengar Injil, rasa rindu mereka kepada Injil hanya kecil sekali, sebab mereka tidak memiliki semangat Kristus

Tetapi barangsiapa ingin memahami sedalam-dalamnya dan menikmati sepenuhinya kata-kata Kristus, hendaklah ia berusaha menyesuaikan hidupnya dengan hidup Kristus

3. Apakah faedahnya mengadakan perdebatan secara mendalam tentang Allah Tritunggal Maha Kudus, apabila kita tidak rendah hati, sehingga Tritunggal tidak berkenan kepada kita ?

Bahwasanya : bukan kata yang muluk-muluk membuat orang menjadi suci dan adil, melaikan hidup yang bertakwalah membuat orang berkenan kepada Tuhan

Lebih baik hati kita merasa remuk redam daripada mengerti segala seluk-beluknya

Seandainya kita hafal selutuh Kitab suci dan ucapan-ucapan para ahli filsafat semuanya, apakah gunanya semuanya itu, apabila kita tidak memiliki cinta kasih Allah danrahmatnya ?

Kesia-siaan, sungguh kesia-siaan dan segalanya adalah sia-sia belaka (Eccl. 1. 2), kecuali cinta kasih akan Allah dan mengabdi hanya kepadaNya

Inilah hikmat yang tertinggi : dengan menolak dunia menuju kepada kerajaan surga

4. Maka kesia-siaanlah mencari kekayaan yang fana dan menaruh pengharan padanya. Kesia-siaan pula mengejar kehormatan dan membanggakan diri

Kesia-siaanlah, menuruti keinginan dagingdfan menginginkan segala sesuatuyang akhirnya harus mengakibatkan hukuman berat bagi kita

Kesia-siaanlah, mengharapkan umur panjang, tetapi hanya sedikit mengindahkan hidup baik. kesia-siaanlah, mencintai segala yang lewat dengan cepat dan tiada mengejar kebahagiaan yang kekal

5. Hendaklah kita senantiasa ingat akan perkataan ini : bahwa mata tiada pernah puas melihat dan bahwa telinga tiada pernah puas mendengar (Eccl 1.1.8)

Maka hendaklah kita berusaha mengelakkan hati kita dari cinta yang kelihatan dan mengarahkannya kepada apa yang tidak tampak

Karena barangsiapa menuruti kenikmatan nafsu rasa, akan menodai hatinya dan kehilangan rahmat Allah


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: