4.16. BAHWA KITA HARUS MEMBENTANGKAN SEGALA KESUKARAN KITA DI HADAPAN KRISTUS DAN MOHON RAHMATNYA

31 08 2009

Murid Berkata:

1. Ya Tuhan yang maha manis dan penuh kasih, yang sekarang hendak ku sambut dengan takwa dan rindu, Engkau mengetahui kelemahan dan kesukaranku yang sedang ku derita; betapa banyak penderitaan dan kejahatanku; betapa seringnya aku mendapat rintangan, godaan, kekacauan dan cemar.

Aku datang menghadap Dikau, untuk mohon pertolongan; aku mohon penghiburan dan terang.

Aku bicara dengan Yang Maha Tahu, yang mengetahui segala hal ikhwal batinku, hanya Engkaulah yang dapat dengan sempurna menghibur dan menolong aku.

Engkau tahu, apakah yang lebih-lebih kuperlukan dan betapa papa akan kebajikan aku ini.

2. Lihatlah, kini aku berdiri di hadapanMu, papa dan tak berpakaian; berdoa mohon rahmatMu dan belas kasihanMu.

Segarkanlah pengemisMu yang lapar ini, panaskanlah kedinginanku dengan api cintakasihMu; buatlah supaya aku dapat melihat pula kedatanganMu yang memberi terang.

Berilah supaya sifat keduniaan menjadi pahit bagiku; supaya segala yang berat dan menjemukan menjadi kesabaran bagiku; berilah juga supaya aku dapat menghinakan dan melupakan segala sesuatu yang rendah dan segenap makhluk di dunia ini.

Arahkanlah hatiku kepadaMu di dalam surga dan hendaknya jangan membiarkan aku berkelana di atas dunia.

Semoga hanya Engkaulah yang menjadi kegembiraanku mulai saat ini sampai kepada kekal; sebab hanya Engkaulah yang menjadi santapan dan minumanku, kasih dan kesukaanku, kenikmatan dan keuntunganku yang besar.

3. Semoga kedatanganMu membuat aku berkobar menyala-nyala dan hancur lebur di dalamMu; supaya aku bersatu dalam semangat dengan Dikau, karena rahmat persatuan batin, dan luluh lebur dengan Dikau dalam cintakasih yang berkobar.

Janganlah membiarkan aku pergi dari padaMu dengan rasa lapar dan dahaga, melainkan hendaklah bersikap belas kasihan terhadap aku, seperti Engkau telah sering kali bersikap mengherankan terhadap umatMu yang kudus.

Betapalah ajaibnya, jika aku olehMu sama sekali bernyala-nyala dan segala sesuatu yang ada padaku habis binasa; sebab Engkau ialah api yang tak kunjung padam dan bernyala selama-lamanya. Engkau yang merupakan kasih yang menyucikan hati dan memberi terang kepada budi.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: