4.15. BAHWA RAHMAT BERTAKWA DAPAT DIPEROLEH DENGAN RENDAH HATI DAN DENGAN MENYANGKAL DIRI SENDIRI

30 08 2009

1. Rahmat bertakwa haruslah engkau cari dengan giat, engkau minta dengan sangat, engkau tunggu dengan sabar dan kepercayaan yang baik, engkau terima dengan rasa syukur, engkau simpan dengan rendah hati dan hendaklah engkau bekerja sama dengan dia dan engkau serahkan kepada Allah, bilamana dan bagaimana kunjungan surgawi itu akan datang padamu.

Lebih-lebih hendaklah engkau merendahkan diri, bila engkau merasa hanya sedikit bertakwa atau sama sekali tidak merasa takwa; tetapi hendaklah jangan engkau terlalu putus asa, ataupun terlalu sedih tentang hal ini.

Sebab dalam waktu sekejap mata saja Allah sering kali memberikan apa, yang telah lama ditolakNya; kadang-kadang baru pada akhir doa la memberikan apa yang pada permulaan doa ditundaNya.

2. Sebab andaikata rahmat selalu segera diberikan dan selalu dikabulkan atas keinginan kita, niscaya orang yang lemah tidak akan dapat menahannya.

Oleh sebab itu hendaklah rahmat bertakwa ini engkau tunggu dengan penuh kepercayaan dan kesabaran serta rendah hati. Tetapi hendaknya engkau sendiri dan dosa-dosamulah yang engkau persalahkan, bila rahmat tidak diberikan atau diambil dari padamu secara diam-diam.

Kadang-kadang hanya perkara kecil yang menyebabkan rahmat terhalang dan tidak tampak; sesungguhnya perkara kecil tadi lebih dapat dikatakan gendala yang besar, karena merintangi kedatangan anugerah yang besar.

Dan jika engkau justru telah menghilangkan gendala yang kecil ataupun besar tadi dan telah mengalahkannya, maka engkau akan memperoleh yang engkau minta.

3. Sebab segera setelah engkau dengan segenap hati telah menyerahkan dirimu kepada Allah dan tidak mengejar bermacam-macam hal menurut kesenangan dan keinginanmu sendiri, tetapi menyerahkan dirimu kepada Tuhan, maka engkau akan bersatu dan dalam damai dengan Tuhan; sebab tiada suatupun yang lebih nikmat dan berkenan bagimu dari pada berkenan kepada kehendak Allah.

Maka barangsiapa dengan berusaha mengarahkan perhatiannya terhadap Allah kelangit, dan membersihkan diri dari segala cinta yang tak teratur, atau dari rasa jemu terhadap sesuatu makhluk, dialah yang paling pantas menerima rahmat dan anugerah bertakwa.

Karena Tuhan mencurahkan berkatNya dalam bejana-bejana yang terdapat bersih tiada berisi.

Dan semakin sempurna orang menyangkal perkara-perkara yang hina, dan semakin banyak ia dengan menghina diri pribadi mematikan diri sendiri, semakin cepat rahmat akan mendatanginya, yang akan mengalir semakin derasnya dan akan mengarahkan hatinya yang telah terlepas itu ke arah yang lebih tinggi.

4. Maka ia akan melihat dan akan merasa cukup berlimpah-limpah serta akan heranlah ad dan hatinya akan merasa menjadi lapang (Is. 60.5); karena Tuhan besertanya; dan ia telah menyerahkan dirinya sendiri dengan sempurna kepada Allah, untuk selama-lamanya.

Lihatlah, demikian ia akan diberkati (Masm. 128 : 4) yang dengan segenap hati mencari Allah dan tidak menyerahkan hatinya kepada orang-orang yang sia-sia.

Dalam menyambut Ekharisti Kudus orang itu akan pantas menerima rahmat yang mulia: yaitu bersatu dengan Allah; karena ia tiada menginginkan takwanya sendiri dan penghiburan bagi diri sendiri, melainkan mencari kehormatan dan kemuliaan Allah di atas segala takwa dan penghiburan.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: