4.10. BAHWA KITA JANGANLAH MUDAH MELALAIKAN KOMUNI KUDUS

25 08 2009

Yang Terkasih Bersabda:

1. Seringkali engkau harus datang kepada sumber rahmat dan kerahiman IIahi; kepada sumber segala kesucian dan kebaikan, supaya dapat disembuhkan dari nafsu dan kejahatanmu dan agar dapat menjadi lebih kuat dan waspada terhadap segala godaan dan tipu muslihat setan.

Karena musuh tahu dengan sungguh-sungguh, betapa besar anugerah dan kebahagiaan yang terdapat di dalam komuni kudus, pun juga, bahwa komuni itu jalan yang paling aman menuju kebahagiaan, dan dari sebab itu ia berusaha dengan segala usaha dan pada segala kesempatan untuk menghalang-halangi umat yang saleh.

Sebab sementara orang menerima bisikan-bisikan yang sama sekali tidak sehat dari setan, sewaktu mereka mempersiapkan diri untuk menyambut Komuni.

2. Seperti yang telah tertulis di dalam buku Ayub, roh jahat sendirilah yang datang di antara anak-anak Allah, untuk mengacau mereka dengan kejahatan-kejahatannya yang biasa dilakukannya, atau untuk menakuti, atau membuat agar supaya mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Demikianlah ia mengharap dapat melemahkan semangat mereka yang baik, atau dapat menggoncangkan kepercayaan mereka dengan serangan-serangannya: supaya mereka sama sekali tidak mau menyambut komuni, atau mau menyambut, tetapi dengan semangat yang dingin.

Tetapi janganlah memperdulikan tipu muslihat dan bujukan-bujukannya, meskipun sangat jahat dan memalukan; baiklah engkau lemparkan kembali saja segala saran-sarannya.

Engkau harus menghinakan dan menertawakan si jahat itu dan janganlah sekali-kali melalaikan komuni karena serangan dan keragu-raguan yang ditimbulkan si jahat tadi.

3. SeringkaIi keragu-raguan yang besar tentang cukup atau tidaknya takwa yang ada pada kamu juga merintangimu; ataupun ketakutan terhadap pengakuan dosa yang harus kita lakukan.

Hendaklah kita bertindak menurut nasihat orang-orang yang bijaksana, dan buanglah rasa takut dan keragu-raguan, sebab itu merintangi rahmat Allah dan memusnakan takwa dalam hati.

Janganlah kita melalaikan komuni kudus karena ada rintangan kecil ataupun ada rasa kurang tenteram, melainkan hendaklah segera kita mengaku dosa, dan ampunilah dengan ikhlas sekalian orang yang telah menyakiti hati kita.

4. Apa gunanya menunda-nunda pengakuan dosa dan komuni kudus?

Sucikanlah hatimu selekas mungkin; ludahkanlah dengan segera bisa itu dan hendaklah mengambil obat, dan engkau akan lebih mereasa sehat daripada bila ditunda-tunda.

Jika pada hari ini menunda karena alasan ini, boleh jadi pada lain hari ada alasan lain pula yang lebih berat; dan demikianlah engkau akan lama tidak menyambut komuni dan semakin kurang pantas adanya.

Hendaklah selekas mungkin membuang keberatan-keberatan dan keragu-raguan yang sekarang ini dari padamu; sebab tak ada gunanya lama-lama mempunyai rasa takut dan memikir-mikir saja; dan tak berfaedah pula melalaikan rahasia-rahasia IIahi karena rintangan-rintangan sehari-hari.

Sebaliknya, sungguh sangat merugikan jika engkau menunda-nunda komuni kudus, sebab kebanyakan akibatnya engkau menjadi sangat malas.

Sementara orang yang malas dan sembrono, dan ini harus disayangkan, dengan suka hati menerima alasan untuk menunda pengakuan dosa; punpula mereka menunda menyambut komuni, agar mereka jangan terpaksa lebih teliti mengawasi diri sendiri.

5. Ah, betapa kecilnya cintakasih dan betapa lemahnya kesalehan mereka yang begitu mudah melalaikan komuni!

Sebaliknya, betapa bahagia dan berkenan kepada Allah mereka yang demikian hidupnya dan demikian bersih suara hatinya, sehingga ia setiap hari bersedia menyambut komuni, asal diperbolehkan saja dan asal dapat melakukannya saja tanpa menimbulkan keonaran.

Jika orang kadang-kadang tidak menyambut komuni kudus sebab rendah hati, atau jika ada alasan yang sah, orang itu boleh dipuji, karena penghormatannya.

Tetapi bila di dalamnya tersembunyi sifat malas, maka ia harus mencambuk diri sendiri dan mengerahkan segenap tenaganya menurut kesanggupannya; dan Tuhan akan membantu keinginannya, karena Tuhan teristimewa memandang kehendaknya yang baik itu.

6. Tetapi bila ada halangan yang sah, namun orang itu mempunyai kehendak yang baik dan keinginan yang bertakwa untuk menyambut komuni; demikianlah ia juga akan menerima hasil-hasil Sakramen yang membawa bahagia kepadanya.

Sebab tiap orang serani yang bertakwa dapat setiap hari tanpa rintangan menyambut Kristus di dalam komuni batin yang akan menghasilkan keselamatan.

Namun haruslah ia pada hari-hari yang tertentu dan waktu-waktu yang pasti menerima Tubuh Penebusnya dengan kehormatan dan penuh kasih dalam Sakramen ini,

dan lebih mementingkan kemuliaan dan kehormatan Allah daripada mencari penghiburan bagi diri sendiri.

Sebab setiap kali ia merenungkan dengan saleh rahasia penjelmaan dan penderitaan Kristus dan menyala cintakasihnya terhadap Kristus, maka ia menerima komuni batin dan diperkuatlah ia secara tidak tampak.

7. Barang siapa mempersiapkan diri hanya bila menjelang hari pesta atau hanya bila ia merasa terdorong oleh kebiasaan, sering kali ia akan tidak cukup bersedia.

Bahagialah orang yang mempersembahkan diri kepada Tuhan sebagai korban bakar setiap kali ia mempersembahkan misa atau menyambut komuni.

Dalam mempersembahkan misa janganlah terlampau cepat atau terlampau lambat; tetapi hendaklah dapat menyesuaikan diri dengan cara kawan-kawan serumah yang baik dan yang umum.

Janganlah menjadi beban atau rintangan bagi orang lain; melainkan ambillah cara hidup yang lazim, sesuai dengan adat para bapa; dan lebih memperhatikan apa yang bermanfaat bagi orang lain daripada memuaskan perasaan saleh atau keinginan sendiri.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: