4.04. KEPADA MEREKA YANG MENYAMBUT KOMUNI DENGAN SALEH DIBERIKAN BANYAK ANUGERAH

19 08 2009

Murid Berkata

1. Tuhan Allahku, berilah hambaMu berkat kemanisanMu, agar supaya aku dapat menyambut SakramenMu yang mulia itu secara pantas dan saleh.

Nyalakanlah hatiku oleh cinta kasih kepadaMu dan lepaskanlah aku dari kemalasan yang besar.

Datanglah kepadaku dengan kebahagiaanMu, (Ps. 105 : 4) agar rohku boleh mengenyam kemanisanMu, yang terdapat berlimpah-limpah di dalam Sakramen ini, sebagai sumbernya.

Terangilah pula mataku, agar dapat melihat rahasia yang sedemikian besarnya, dan berilah kuat, agar aku dapat menerima rahasia ini dengan kepercayaan yang tak goncang. Sebab ini adalah pekerjaanMu, bukan pekerjaan manusia biasa; ini adalah perbuatanMu, bukan pendapatan manusia.

Tak ada seorangpun yang dapat menangkap dan memahami rahasia ini dengan kekuatan sendiri, bahkan para malaekatpun dengan pikirannya yang halus tak dapat memahaminya

Maka apakah yang dapat kutangkap dan kupahami dari rahasia yang mulia dan kudus itu, aku, seorang berdosa yang tidak pantas, aku, debu dan abu ?

2. Tuhan, dalam kesederhanaan hatiku, dengan kepercayaan yang sungguh-sungguh dan kuat dan atas perintahMu, maka aku datang kepadaMu dengan kepercayaan dan hormat; dan dengan segenap hati aku percaya, bahwa Engkau, Allah dan Manusia, benar-benar berada di dalam Sakramen ini.

Demikianlah Engkau menghendaki, supaya aku menerima Dikau, dan supaya aku sendiri bersama dengan Dikau dalam cintakasih. Oleh sebab itu aku mohon rahimMu dan mohon pula, agar Engkau sudi memberi rahmat yang istimewa, agar aku sama sekali dilebur dalam Dikau dan berlimpah dalam cintakasih dan supaya aku tidak lagi memperhatikan penghiburan lainnya.

Sebab Sakamen yang maha agung dan maha mulia ini adalah keselamatan jiwa dan badan, dan dapat menyembuhkan segala macam penyakit kerohanian; olehnya disembuhkan segala kejahatan, dikendalikan hawa nafsuku dan dikalahkan ataupun dikurangkan godaanku. Oleh Sakramen ini mengalirlah rahmat yang lebih banyak, ditambahlah kebajikan yang telah dimulai, diperkuatlah kepercayaan dan dinyalakanlah serta lebih bergeloralah cintakasihku.

3. Sebab banyak anugerah yang baik telah Engkau bagi-bagikan dan hingga kinipun masih selalu Engkau bagi-bagikan dalam Sakramen ini kepada yang Engkau kasihi, yang menerima Dikau dengan saleh, ya Allah, yang menolong jiwaku, yang telah memperbaiki dan yang memberi segala kelemahan manusia penghiburan batin.

Sebab banyak penghiburan telah Engkau berikan kepada mereka, untuk melawan pelbagai bencana; dan rasa putus asa mereka Engkau junjung kepada pengharapan atas perlindunganMu. Engkau telah menyegarkan mereka dengan rahmat baru dan Engkau telah pula memberi terang dalam batin, hingga mereka yang semula sebelum menyambut Komuni merasa takut dan tiada merasa cintakasih, kini sesudah menerima santapan dan minuman surgawi mereka telah berubah menjadi manusia yang lebih baik. Dan itulah sebabnya, maka Engkau bersikap dermawan terhadap umatMu yang terpilih, agar supaya mereka benar-benar mengetahui dan sungguh mengalami, betapa kelemahan mereka dan betapa banyaknya kebaikan dan rahmat yang mereka terima dari padaMu.

Karena mereka yang pada dasarnya dingin, keras dan kering, dengan kekuatanMu mereka menjadi rajin dan bersemangat, serta penuh kasih mesra.

Sebab siapakah yang apabila ia dengan rendah hati datang kepada sumber kemanisan tidak akan menerima sedikit kemanisan dari padanya?

Atau siapakah yang berdiri di dekat api yang bernyala dan tidak sedikit menjadi hangat juga? Dan Engkau adalah sumber yang selalu penuh berlimpahan, api yang selalu menyala dan tak kunjung padam.

4. Karenanya, sekalipun aku tak diperkenankan menimba dari sumber yang penuh itu dan tak diperkenankan pula minum hingga puas, namun aku akan menaruh mulutku pada tepi sumber surgawi ini, agar setidak-tidaknya dapat menerima satu tetes saja untuk memuaskan hausku dan tidak menjadi kering sama sekali.

Dan sekalipun cintakasihku, tidak dapat mempunyai sinar surgawi atau pun tidak menyala sebagai cintakasih para kherubin dan para serafin, namun aku akan berusaha menjadi bertakwa dan mempersiapkan hatiku, agar supaya aku dengan menyambut Sakramen ini, yang memberi hidup dengan rendah hati, setidak-tidaknya dapat memperoleh bunga api yang kecil dari api kasih IIahi.

Tetapi apa yang masih kurang padaku, ya Yesus, sudi apalah kiranya Engkau berkenan memenuhinya; Engkau yang sudah berkenan memanggil semua orang kepadaMu dengan bersabda: Marilah datang kepadaKu kamu sekalian, yang lelah dan memikul beban; dan Aku akan menyegarkan kamu (Mat. 11 : 28).

5. Sungguh, aku bekerja dengan memeras keringat, aku diti5. Sungguh, aku bekerja dengan memeras keringat, aku ditimpa oleh kesusahan batin; aku terbenam oleh dosa-dosa, aku menjadi gaduh karena godaan-godaan, terjerat dan tertekan oleh nafsu-nafsuku yang jahat, dan tak ada seorangpun yang menolong aku, tak ada yang menebus dan menyehatkan pula, selain Engkau, Tuhan Allah, Pelepasku, yang aku percayakan diriku sendiri dan segala milikku, agar supaya Engkau sudi menjaga dan membawa aku ke arah hidup yang kekal.

Perkenankanlah aku memuji dan memuliakan NamaMu; Engkau yang telah menyediakan Tubuh dan DarahMu sebagai santapan dan minuman bagiku.

Berilah, ya Tuhan, Allah keselamatanku, supaya dengan menyambut rahasia kasihMu seringkali, bertambahlah juga takwaku.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: