4.03. SERINGKALI MENYAMBUT KOMUNI KUDUS ITU SANGAT BERGUNA

18 08 2009

Murid Berkata:

1. Lihatlah, aku datang kepadaMu, ya Tuhan, agar supaya baiklah keadaanku karena karuniaMu, dan agar aku bergembira dalam jamuanMu yang kudus itu, yang Engkau, ya Allah, karena cintakasihMu, telah sediakan untuk orang yang hina ini (Masm. 68 : 11).

Lihatlah, padaMu terdapatlah segala sesuatu yang aku dapat inginkan dan harus kukehendaki; Engkaulah kebahagiaan dan Penebusku, harapan dan kekuatan, hiasan dan kebanggaanku.

Maka gembirakanlah hari ini jiwa hambaMu, sebab kepadaMu, ya Tuhan Yesus, aku memegahkan jiwaku (Masm. 86 : 4).

Aku ingin menerima Dikau dengan saleh dan hormat; aku mau mempersilakan Dikau masuk ke dalam rumahku, agar aku bersama dengan Zakheus pantas diberkati olehMu dan dimasukkan dalam bilangan anak-anak Abraham.

Jiwaku rindu kepada TubuhMu; hatiku sangat ingin bersatu dengan Dikau.

2. Sudilah memberikan diriMu kepadaku dan aku tidak akan membutuhkan segala sesuatu lagi. Sebab di luarMu tak ada penghiburan satupun yang berharga.

Di luarMu aku tidak mungkin ada, jika Engkau tidak berkenan mengunjungi aku, maka aku tidak dapat hidup.

Oleh karena itu aku harus seringkali datang kepadaMu dan menerima Dikau sebagai jalan untuk mencapai kebahagiaanku, supaya aku jangan jatuh di tengah jalan, bila aku tidak menerima santapan surgawi ini.

Sebab demikianlah Engkau sendiri telah bersabda, ya Yesus Yang Maha rahim, waktu Engkau memberi pelajaran di muka rakyat dan menyembuhkan pelbagai penyakit:

Aku tidak mau menyuruh mereka pergi dengan rasa lapar, agar mereka di tengah jalan janganlah tewas (Mat. 15 : 32) Maka hendaklah Engkau sekarang juga bertindak demikian terhadapku; karena Engkau telah menyerahkan DiriMu sendiri di dalam Sakramen ini, untuk memberi hiburan kepada umatMu.

Sebab Engkaulah yang merupakan kesegaran yang manis bagi jiwa; dan barangsiapa menyambut Dikau dengan pantas, akan ikut menerima bagian dan menjadi waris kemuliaanMu yang kekal.

Karena aku, yang begitu banyak jatuh dan berdosa, begitu lekas malas dan putus asa, perlu sekali membaharui, memurnikan dan menyemangatkan diriku sendiri dengan jalan banyak berdoa dan mengaku dosa dan dengan menyambut TubuhMu yang kudus, agar supaya aku janganlah menyimpang dari niatku yang baik, karena aku selalu menunda menyambut Komuni.

3. Karena keinginan manusia sejak kecil cenderung kepada kejahatan; dan jika obat IIahi ini tidak membantu kami, maka kami segera akan jatuh lebih dalam.

Maka dengan ini Komuni kudus menahan kami dari perbuatan jahat dan memperkuat kami dalam kebaikan. Jika sekarang aku masih juga acapkali lalai dan malas, sekalipun aku menyambut Komuni atau mempersembahkan misa; bagaimanakah keadaanku, bila aku sama sekali tidak mempergunakan obat ini dan tidak mencari bantuan yang sangat kuat itu?

Dan walaupun aku tidak tiap hari mempersiapkan diri dan tidak berada dalam suasana yang semestinya dalam mempersembahkan misa kudus, namun aku akan berusaha sekuat tenaga, agar merayakan rahasia IIahi pada waktu yang patut, dan dapat mengambil bagian pada rahmat yang demikian besarnya.

Sebab inilah yang merupakan penghiburan yang istimewa bagi jiwa yang beriman, selama ia dalam tubuh yang fana ini berkeliaran jauh dari padaMu, yaitu dengan memikirkan akan Tuhan Allah, menerima yang dicintainya dengan hati bersih.

4. O, Tuhan Allahku memang sangat mengagumkan, bahwa Engkau begitulah rahimnya hingga mau turun kepada kami, Engkau, ya Tuhan, Pencipta dan yang memberi hidup kepada segala roh, yang sudi datang kepada jiwa yang hina untuk memenuhi laparnya dengan memberi DiriMu sendiri dengan ke-Allahan dan ke-ManusiaanMu.

O, alangkah bahagianya jiwa dan bahagianya hati, yang diperkenankan menyambut dengan pantas Tuhan dan Allahnya, dan dalam menyambut itu dipenuhi kegembiraan rohani!

O, alangkah agungnYa Tuhan yang diterimanya! Alangkah manisnya Tamu yang dijemputnya ke dalam rumahnya! Alangkah menarik hati kawan dan sahabat setia yang disambutnya! Alangkah manis dan mulia pengantin yang dipeluknya, yang dikasihinya melebihi segala yang manis dan patut diinginkan!

O Kekasihku, biarlah langit dan bumi beserta kemuliaannya menjadi diam di hadapanMu; sebab segala pujian dan keindahan yang dimilikinya adalah pemberian kebaikanMu; dan tak mungkinlah mereka akan dapat menyamai kemuliaan NamaMu, yang tidak terhingga bijaksananya.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: