4.02. DALAM SAKRAMEN MAHA KUDUS TUHAN MENUNJUKKAN KEBAIKAN DAN CINTAKASIH SANGAT BESAR KEPADA UMAT MANUSIA

17 08 2009

1. Dengan penuh pengharapan atas kebaikan dan cintakasihMu yang besar, ya Tuhan, aku menghadap kepadaMu seperti orang sakit kepada yang akan menyembuhkannya, seperti orang yang lapar dan haus datang pada sumber hidup, bagaikan seorang pengemis kepada raja kerajaan surga, sebagai seorang hamba kepada tuannya, sebagai

makhluk kepada Penciptanya, seperti orang yang tanpa penghiburan kepada Penghiburnya yang penuh cintakasih.

Tetapi apakah jasaku, hingga Engkau mau datang kepadaku ?

Siapakah aku ini, maka Engkau berkenan memberikan diriMu kepadaku ?

Bagaimanakah seorang berdosa berani menghadap hadiratMu; dan mengapakah Engkau sudi datang kepada seorang yang berdosa ?

Engkau mengenal hambaMu dan mengetahui, bahwa ia tak ada sedikitpun kebaikan, hingga pantas menerima anugerahMu ini.

Oleh karena itu aku mengaku, bahwa aku tiada pantas sama sekali; pula aku mengakui kebaikanMu; memuji rahimMu dan mengucap syukur atas cintakasihMu yang sangat besar itu.

Karena Engkau telah berbuat itu bukanlah karena jasaku, melainkan karena kehendakMu belaka; agar kebaikanMu lebih terang bagiku, juga supaya lebih besar cintakasih yang dicurahkan ke dalamku, dan lagi agar lebih sempurna aku belajar menjadi rendah hati. Karena ini berkenan kepadaMu dan karena Engkau telah memerintahkan supaya terjadi demikian, maka akupun suka kepadaMu yang manis itu; dan semoga kejahatanku janganlah merupakan rintangan bagiku !

2. Ya Yesus, yang maha manis dan maha baik, alangkah besarnya kehormatan, terimakasih dan pujian kekal yang harus ku persembahkan kepadaMu, karena aku diperbolehkan menyambut TubuhMu yang kudus, yang tiada seorangpun mampu mengutarakan kemuliaanNya.

Tetapi apakah yang harus ku pikirkan waktu menyambut komuni, bila aku menghadap Tuhanku yang tidak dapat ku hormati secukupnya, tetapi yang aku ingin menerima dengan saleh ?

Apakah yang dapat ku perbuat lebih baik dan berguna, kecuali merendahkan diriku di hadapanMu dan menjunjung tinggi kebaikanMu ?

3. Aku memuji Engkau, ya Allah, dan aku memuliakan Dikau selama-lamanya. Aku menghina diriku sendiri dan tunduk kepadaMu dalam kenistaanku.

Lihatlah, Engkau ialah yang terkudus di antara yang kudus; dan aku ini yang terhina di antara orang-orang berdosa.

Lihatlah, Engkau padaku, yang tidak memandang kepadaMu.

Lihatlah, Engkau datang kepadaku; Engkau mau tetap tinggal bersama aku; Engkau mengundang aku pada perjamuanMu.

Engkau ingin memberikan makanan surga dan roti para malaekat sebagai santapan untukku; bahkan tidak lain daripada diriMu sendiri: roti yang hidup yang telah turun dari surga dan memberi hidup kepada dunia (Yoh 6 : 33; 51).

4. Lihatlah, dari mana datangnya cintakasih, dan merendahkan diri dan datang pantas menengadah ke atas, betapa manisnya ia bersinar?

Betapa besarnya terimakasih dan pujian yang harus kami persembahkan kepadaMu.

O, betapa berguna dan penuh berkat keputusanMu, waktu Engkau mengadakan Sakramen ini! Alangkah manis dan penuh gembira perjamuan di mana Engkau sendiri memberikan diriMu sebagai santapan !

Alangkah ajaibnya pekerjaanMu itu, ya Tuhan; alangkah besarnya kuasaMu! Betapa mulianya kebenaranMu.

Engkau telah bersabda dan segalanya terjadi; dan di sini terjadilah juga apa yang telah Engkau perintahkan.

5. Sungguh ajaiblah, namun pantas untuk dipercaya, walaupun hal itu tidak dapat dicapai budi pikiran manusia, bahwa Engkau, Tuhan Allahku, sungguh Allah dan sungguh Manusia, sama sekali tersembunyi dalam rupa roti dan anggur yang hina itu dan tidak binasa meskipun menjadi santapan mereka yang menyambut TubuhMu.

Engkau, ya Tuhan, yang tidak membutuhkan seorangpun, dengan adanya Sakramen ini hendak tinggal di antara kami; jagalah agar hati dan badanku tetap murni, hingga aku dengan hati yang gembira dan murni kerap kali boleh merayakan dan dapat menerimanya bagi keselamatan yang kekal rahasiaMu ini, yang telah Engkau atur dan

telah Engkau tetapkan lebih-lebih untuk penghormatanMu dan sebagai peringatan kekal.

6. Bergembiralah jiwaku, dan ucapkanlah syukur kepada Allah atas anugerah yang begitu mulia dan atas penghiburan yang sangat besar itu, yang telah ditinggalkan olehNya dalam jurang yang penuh air mata ini.

Sebab tiapkali , engkau merayakan rahasia menyambut Tubuh Kristus, maka setiap kali engkau membaharui pekerjaan penebusanmu dan turut pula mengambil bagian pada jasa-jasa Kristus.

Sebab cintakasih Kristus tidak pernah berkurang; dan kekayaan pemulihan perdamaian tidak akan pernah habis.

Oleh karena itu hendaklah selalu mempersiapkan diri dengan memperbaharui semangat yang segar dan merenungkan rahasia yang dalam ini dengan perhatian yang sangat besar.

Bila engkau mempersembahkan atau menghadiri misa kudus, hendaklah peristiwa ini bagimu merupakan peristiwa yang begitu mulia, baru dan menggembirakan, seolah-olah Kristus pada hari ini juga untuk pertama kali datang di dalam tubuh perawan yang suci, dan menjelma menjadi manusia; atau baru hari ini bergantung pada kayu salib, untuk menderita sengsara dan wafat bagi keselamatan umat manusia.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: