4.01. DENGAN BETAPA HORMAT KITA HARUS MENYAMBUT KRISTUS

16 08 2009

Anjuran Penuh Takwa Untuk Sambut Komuni Kudus

Sabda Kristus

Marilah datang hepadaKu, hai kamu sekalian yang lelah dan menanggung beban; dan Aku akan menyegarkan kamu, sabda Tuhan (Mat 11 : 28).

Roti yang akan Ku berikan itu adalah dagingKu untuk kehidupan dunia (Yoh 6 : 51.).

Ambillah dan makanlah; Inilah tubuhKu, yang akan diserahkan untukmu; lakukanlah ini untuk memperingati Daku (Mat 26 : 26; 1 Kor 1 : 24).

Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal di dalamKu dan Aku tinggal di dalamnya (Yoh 6 : 57).

Adapun perkataan yang telah Aku katakan kepadamu, adalah roh dan hidup (Yoh 6 : 64).

Murid berkata:

1. Ini adalah sabdaMu, ya Kristus, Kebenaran yang kekal; meskipun ini tidak diucapkan pada waktu yang sama dan tidak ditulis pada tempat yang sarna pula.

Karena ini sabdaMu dan memang kata-kata yang benar, maka haruslah aku menerimanya dengan rasa syukur dan penuh percaya.

Memang itu sungguh perkataanMu dan Engkaulah yang telah mengucapkannya dan itu juga perkataanku, karena Engkau telah mengatakannya untuk keselamatanku.

Dengan suka hati aku menerima itu dari padaMu, supaya dapatlah aku masukkan ke dalam hati sanubariku.

Tertariklah aku oleh perkataanMu yang lemah lembut itu, yang begitu manis dan penuh cintakasih, tetapi aku menjadi takut bila ingat akan dosa-dosaku, dan hati nuraniku yang tidak murni mencegah aku mendekati Rahasia yang sedalam itu.

Kata-kataMu yang merdu itu menarik hatiku, tetapi kesalahanku yang banyak merupakan rintangan bagiku.

2. Engkau menghendaki supaya aku datang padaMu dengan penuh kepercayaan bila aku ingin bersatu dengan Dikau; juga supaya aku makan santapan yang baka, bila aku ingin memperoleh hidup yang kekal dan kemuliaan yang kekal pula.

Engkau bersabda: Marilah datang kepadaKu, hai kamu sekalian yang lelah dan menanggung beban, dan Aku akan menyegarkan kamu (Mat 11 : 28).

Betapa merdu dan manisnya perkataan ini bagi telinga orang berdosa, bahwa Engkau, Tuhan Allahku, memandang aku orang yang nista dan hina, untuk bersatu dengan TubuhMu yang amat kudus itu.

Tetapi siapakah aku, ya Tuhan, maka aku berani mendekati Dikau?

Lihatlah, seluruh langit tidak mampu memuat Dikau, dan Engkau berkata: Marilah kamu sekalian datang kepadaKu ?

3. Apakah sebabnya, maka Engkau dengan ramah mau mendekati aku dan dengan manis mau mengundang aku?

Bagaimana aku akan berani datang mendekati, aku yang merasa tak ada kebaikan sama sekali. Dari mana aku memperoleh keberanian ?

Bagaimana aku akan mempersilakan Dikau masuk ke dalam rumahku, karena aku begitu kerap kali menyebabkan kemarahanMu, Tuhan yang terkasih?

Malaekat dan Malaekat Agung penuh hormat dan ta’zim kepadaMu; orang-orang kudus dan orang-orang beriman penuh ta’zim pula, dan sekarang Engkau berkata: Marilah kamu sekalian datang kepadaKu ?

Andaikata bukan Engkau, ya Tuhan, yang mengatakannya, siapakah yang akan percaya ? Dan jika bukan Engkau yang perintah, siapakah yang akan berani mendekati Dikau ?

4. Lihatlah Nabi Nuh, yang sangat saleh itu. Seratus tahun lamanya ia mendirikan bakhtera, agar supaya ia sendiri dan beberapa orang lainnya dapat tertolong; dan bagaimanakah aku hanya dalam satu jam dapat mempersiapkan diri untuk dapat menerima dengan hormat Pencipta bumi ?

Nabi Musa, hambaMu yang baik itu dan sahabatMu yang istimewa, telah membuat Peti Perjanjian yang dilapisnya dengan emas tulen, dan yang bahannya diambilnya dari kayu yang tak dapat binasa, guna menyimpan batu hukum di dalamnya; dan aku makhluk yang nista ini, bagaimanakah berani begitu saja menerima Pemberi Hukum dan Hidup ?

Raja Sulaiman, yang paling bijaksana di antara para raja Israel, selama tujuh tahun bekerja membangun kenisah yang indah itu untuk memuji namaMu, dan delapan hari lamanya ia merayakan upacara pemberkatannya; ribuan korban dipersembahkannya untuk memberi silih kepadaMu dan dengan diiringi bunyi-bunyi nafiri dan sorak gembira Peti Perjanjian dibawa dengan resmi ke tempat yang telah disediakan; dan aku orang hina dan paling miskin di antara orang-orang, bagaimanakah aku akan menerima Dikau di dalam kemah jiwaku, aku yang nyaris tak sanggup setengah jampun memperhatikan kedatanganMu dengan takwa ? dan ah, alangkah baiknya, bila aku setengah jam saja dapat menerimaMu secara pantas !

5. Ya Tuhan Allahku, betapa besar usaha orang-orang itu untuk berkenan kepadaMu !

Dan betapa hinalah yang ku kerjakan! betapa sedikitnya waktu persiapanku untuk menyambut Komuni yang kudus itu !

Jarang sekali aku merenung diri dengan segenap perhatian; dan lebih jarang lagi aku lepas daripada pikiran yang melayang. Padahal semestinya di hadapan hadirat IIahi yang mulia itu, tak ada pikiran yang tidak baik satupun boleh mengganggu diriku dan tak ada seorang makhlukpun boleh menarik perhatianku, karena yang menjadi tamuku bukanlah malaekat, melainkan Tuhan sekalian malaekat.

6. Sungguh ada perbedaan yang sangat besar antara Peti Perjanjian beserta kesuciannya itu dengan TubuhMu yang terkudus dengan kesempurnaannya yang tak terkatakan itu; antara korban-korban dari hukum lama; sebagai lambang dari korban di kemudian hari dengan korban TubuhMu, korban yang sebenarnya, yang merupakan pelaksanaan segenap korban yang lama.

Tetapi mengapakah kasihku tidak lebih besar menyala di hadapanMu yang patut disembah ?

7. Mengapakah aku tidak lebih banyak berusaha mempersiapkan diri untuk menerima yang kudus itu; padahal para bapa bangsa yang suci itu dan Nabi-Nabi, raja-raja dan pembesar-pembesar beserta seluruh rakyatnya jaman dahulu sudah begitu rajin dan takwa dalam upacara IIahi itu ?

8. Raja Daud, raja yang takwa itu, menari dengan segenap tenaga di muka Peti Tuhan, ketika ia mengenangkan segala anugerah yang dahulu telah diberikan kepada nenek moyangnya; disuruhnya membuat pelbagai alat bunyi-bunyian, dikarangnya masmur-masmur dan dititahkannya supaya dinyanyikan dengan penuh gembira. Dia sendiripun seringkali juga bernyanyi, apabila ia main kecapi, terpenuhi rahmat ilham Roh Kudus. Bangsa Israel diajarnya memuji Tuhan dengan segenap hati, dan setiap hari memuliakan dan memuji Tuhan bersama-sama.

Bila jaman itu orang-orang sudah menunjukkan kesalehan yang sangat besar dan dengan setia hati mempersembahkan pujian kepada Allah di muka Peti Perjanjian, maka betapa besarnya kehormatan dan kesalehan, yang harus saya tunjukkan dan ditunjukkan oleh seluruh umat kristen kepada Sakramen Maha Kudus pada waktu menyambut Tubuh Kristus yang tak terhingga nilainya itu.

9. Banyak orang pergi berziarah ke pelbagai tempat untuk mengunjungi relikwi-relikwi orang kudus; dengan penuh heran mereka mendengarkan riwayat hidup mereka, dan meninjau gereja-gereja yang agung, serta mencium tulang-tulang yang tersimpan dalam kain sutera dan emas; tetapi lihatlah: di sini di atas altar bertakhtalah Engkau sendiri, Engkau, Tuhan Allahku, yang terkudus di atas segala yang kudus, Pencipta umat manusia dan Tuhan atas segala Malaekat.

Kerapkali dalam peninjauan tempat-tempat jiarah tadi tersembunyi suatu keinginan melihat saja dan nafsu melihat barang-barang yang serba baru; oleh karena itu hanya sedikitlah buah kemajuan hidup kerohanian yang kami capai, lebih-lebih jika jiarah tadi kami lakukan dengan hati yang kabur, lagi pula tanpa semangat bertobat.

Tetapi di sini, tersembunyi dalam Sakramen Maha Kudus bertakhtalah Engkau, Kristus Yesus, Tuhanku, Allah dan Manusia, dan di sini kami menerima buah keselamatan kekal yang berlimpah-limpah, tiap kali kami menerima Dikau dengan pantas dan saleh.

Tetapi di sini bukanlah keinginan untuk melihat, ataupun rasa kenikmatan daging yang menarik kami, melainkan iman yang tetap, harapan yang menyala dan cinta yang sejati.

10. Ya Tuhan, yang tidak terlihat, Pencipta dunia, betapa ajaibnya Engkau memperlakukan kami! Betapa besar cintakasihMu dan rahimMu terhadap yang Engkau pilih, yang telah memberikan DiriMu sendiri sebagai santapan dalam Sakramen.

Hal ini memang melintasi segenap pikiran; hal ini istimewa menarik hati orang saleh dan mengobarkan cintanya.

Sebab umatMu yang sejati, yang sepanjang hidup mereka selalu memperhatikan perbaikan mereka, seringkali menerima rahmat saleh yang besar dan cintakasih akan kebajikan dari Sakramen Maha Kudus ini.

11. O, rahmat Sakramen yang ajaib dan tersembunyi, yang hanya dikenal oleh umat Kristen! dan yang tidak dapat dipahami oleh mereka yang tak beriman dan yang menjadi hamba dosa-dosa mereka. Di dalam Sakramen ini datanglah rahmat rohani; dan kekuatan jiwa yang telah hilang dikembalikan pula, dan keindahan yang telah rusak karena dosa, diperbaiki lagi. Begitu besarlah kadang-kadang rahmat ini, hingga dari kesalehan yang kami terima berlimpah-limpah itu, tidak hanya roh melainkan badan yang lemah ini merasa tambah diperkuatnya.

Tetapi sangatlah disayangkan dan harus disesalkan, bahwa kami sangat lalai dan teledor, hingga kami tidak lebih banyak tertarik, untuk menyambut Kristus, yang merupakan segala pengharapan dan jasa keselamatan kami.

Padahal Dialah yang menyucikan dan menebus kita; Dialah penghibur mereka yang sedang berkelana di dunia ini, dan Dialah yang merupakan kenikmatan kekal bagi orang kudus.

12. Karena itu haruslah sangat disesalkan, bahwa banyak orang yang begitu sedikit mencurahkan perhatiannya terhadap rahasia yang penuh keselamatan ini, yang menggembirakan surga dan menolong seluruh dunia.

O, hati manusia yang buta dan keras! yang kurang memperhatikan anugerah yang tak terhingga ini, dan yang malahan merasa tak perduli, karena tiap hari menerimanya.

13. Jika seandainya Sakramen yang maha Kudus ini hanya dirayakan di satu tempat saja dan dikonsakrir hanya oleh satu imam saja, betapa besarlah keinginan orang-orang, untuk datang ke tempat dan kepada imam tadi untuk melihat dirayakannya rahasia IIahi ini.

Tetapi jaman sekarang banyak orang yang sudah ditahbiskan menjadi imam, dan di mana-mana Kristus dikorbankan, agar supaya rahmat Allah dan cinta kasihNya terhadap umat manusia makin terang bersinar, sekedar Komuni Kudus makin tersebar di seluruh dunia.

Yesus yang baik, gembala abadi, kami mengucap syukur, karena Engkau berkenan memperkuat kami, orang hina dan buangan, dengan TubuhMu dan DarahMu yang berharga itu, dan malahan telah sudi mengundang kami dengan sabdaMu sendiri, untuk menyambut rahasia yang kudus itu dengan berkata: Marilah datang kepadaKu kamu sekalian yang lelah dan menanggung beban; dan Aku akan menyegarkan kamu (Mat 11 : 28)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: