3.58. JANGANLAH KITA MENYELIDIKI HAL-HAL YANG TERLALU TINGGI DAN PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN ALLAH YANG TERSEMBUNYI

29 07 2009

1. G.: AnakKu, sekali-kali janganlah bertengkar mengenai hal-hal yang mulia dan tinggi, serta putusan-putusan Tuhan yang tersembunyi: mengapa yang satu dibiarkan terhadap diri sendiri, sedang yang lain dianugerahi rahmat melimpah-limpah; mengapa yang satu dilempar ke dalam jurang kehinaan, sedang yang lain dijunjung ke tingkatan yang sangat mulia.

Hal itu ada di luar jangkauan budi manusia, dan tak ada kecerdasan budi atau pembahasan yang mampu menyelami putusan-putusan Tuhan.

Maka apabila musuh membisikkan pikiran-pikiran semacam itu, atau bila orang-orang yang melit (terlampau ingin tahu) menanyakan hal itu kepadamu, jawablah bersama nabi: Engkau adalah adil, ya Tuhan, dan pengadilanMu adalah adil (Masm 119 : 137).

Atau: Pertimbangan-pertimbangan Tuhan adalah benar dan seadil-adilnya (Masm 19 : 10).

Orang harus menaruh hormat terhadap putusan-putusanKu, dan tidak harus mengadakan penyelidikan atau pembahasan mengenai putusan-putusan itu. Sebab hal itu tidak dapat dijangkau oleh budi orang.

2. Demikian pula juga jangan mengadakan penyelidikan atau pembahasan mengenai jasa-jasa para suci; siapa yang lebih kudus, atau siapa yang lebih besar dalam kerajaan surga.

Hal-hal semacam itu sering menimbulkan percekcokan dan pertengkaran yang tak ada gunanya, bahkan hanya membangkitkan tinggi hati dan rasa bangga yang sia-sia, iri hati dan perpecahan sebab yang satu berusaha mempertahankan keunggulan orang kudus ini, sedang yang lain keras mempertahankan keunggulan orang kudus itu.

Ingin mengetahui dan menyelidiki hal-hal semacam itu sungguh tak akan membawa hasil sedikit pun, dan juga tidak akan berkenan di hati para orang kudus yang bersangkutan; karena Aku bukanlah Allah perpecahan, melainkan Allah ketenteraman, dan ketenteraman ini diperoleh lebih-lebih karena kerendahan hati yang sejati, dan tidak karena sikap menjunjung diri sendiri.

3. Sementara orang merasa, bahwa cintanya kepada orang kudus ini lebih besar dibandingkan dengan kepada orang kudus lain; tetapi membeda-bedakan rasa cintakasih demikian itu adalah tindakan manusia, bukan usaha Tuhan.

Akulah yang menciptakan semua orang kudus; Aku yang memberi rahmat kepada mereka; Aku yang memberi mereka kemuliaan.

Akulah yang mengetahui jasa mereka masing-masing; Akulah yang memelihara mereka dengan berkat kemanisanKu (Masm 21 : 4); Aku mengetahui kekasihKu sejak mula; Akulah yang telah memilih mereka dari kehinaan dunia, dan bukanlah mereka yang memilihKu. Akulah yang telah memanggil mereka dengan rahmatKu, dan telah menarik mereka karena kerahimanKu; Akulah yang menuntun mereka melalui banyak percobaan.

Akulah yang telah mencurahkan penghiburan-penghiburan yang sangat manis kepada mereka; Akulah yang telah memberi kekuatan, supaya mereka tetap berdiri sampai akhir, dan Aku telah memberi mahkota atas kesabaran mereka.

4. Aku mengenal yang paling pertama dan paling akhir dari mereka, dan semuanya Kupeluk dengan cintakasih yang sangat besar.

Akulah yang harus dipuji dalam semua orang kudus, dan dihormati di atas segala-galanya, serta dimuliakan dalam masing-masing orang kudus, karena Aku telah meluhurkan mereka dengan penuh kebesaran dan telah menyediakan tempat bagi mereka, meskipun mereka sebelumnya tidak berjasa sedikit pun.

Maka barangsiapa menghina salah seorang dari mereka, sekalipun yang paling hina, ia tidak menghormati yang paling besar, karena baik yang hina maupun yang besar, Akulah Penciptanya.

Dan barangsiapa bersikap kurang patut terhadap seorang umat yang kudus, bersikap kurang patut pula terhadapKu dan terhadap lainnya yang ada di surga.

Mereka semua adalah satu dalam ikatan cintakasih; mereka sekalian berperasaan dan berkehendak satu, saling mencintai dalam satu cintakasih.

5. Tetapi inilah yang lebih luhur, yaitu bahwa mereka mencintai Aku, lebih daripada mereka mencintai diri sendiri dan jasa-jasa mereka.

Sebab setelah menundukkan dan bebas dari cinta akan diri sendiri, maka mereka lalu mencurahkan cintakasih mereka kepadaKu, dan oleh karena itu mereka sekarang menikmati istirahat jiwa sepenuh-penuhnya.

Tak mungkin mereka dapat ditarik atau dijauhkan dari situ, sebab mereka terpenuhi dengan kebenaran abadi menyala-nyala karena api cinta, yang tak akan padam.

Semoga orang-orang yang menghamba kepada keinginan-keinginan panca indra dan daging, berhenti bertengkar mengenai keadaan para suci; sebab orang-orang semacam itu pokoknya tidak lain, kecuali mencari kepuasan diri sendiri. Mereka memperkecil atau memperbesar sekehendak sendiri dan tidak seperti yang berkenan kepada kebenaran yang kekal.

6. Haluan serupa itu kebanyakan disebabkan karena kurangnya pengetahuan mereka yang bersangkutan, lebih-lebih mereka yang hanya sedikit menerima sinar cahaya terang, dan yang jarang mencintai seseorang dengan cintakasih yang murni.

Umumnya mereka merasa tertarik kepada orang suci ini atau itu, melulu karena sifat kodrati dan rasa persahabatan manusia. Mereka itu menyangka, bahwa hubungan-hubungan di surga berjalan juga, seperti hubungan-hubungan yang mereka jalankan di dunia ini.

Tetapi sungguh sangat besar perbedaan antara pikiran orang-orang yang tidak sempurna dan mereka yang diterangi wahyu surgawi.

7. Maka dari itu, anakKu, hati-hatilah dan janganlah hendaknya karena hanya ingin tahu saja engkau ikut campur dalam soal-soal yang tidak dapat dicapai oleh budi dan pikiran manusia; tetapi hendaklah engkau berusaha dan berikhtiar agar engkau dapat memperoleh tempat, meskipun yang paling rendah dalam kerajaan Allah.

Dan sekalipun seandainya ada orang yang mengetahui, siapakah yang lebih kudus ataupun siapakah yang lebih besar di dalam kerajaan surga: apa pula gunanya pengetahuan itu, jika karena pengetahuan tersebut orang tadi tidak lebih merendahkan diri terhadapKu dan tidak menjadi lebih giat untuk meluhurkan namaKu.

Sungguh lebih berkenan kepada Allah perbuatan orang yang merenungkan besarnya dosa-dosanya, remehnya keutamaannya dan masih jauhnya ia dari kesempurnaan para suci; orang ini lebih berkenan di hati Tuhan daripada orang yang berbantah mengenai para suci, siapakah yang lebih atau kurang kudus dibandingkan dengan yang lain.

Lebih baik kita minta bantuan orang-orang kudus dengan berdoa yang tekun dan dengan cucuran air mata serta rendah hati, daripada mengadakan penyelidikan-penyelidikan yang tak ada gunanya mengenai rahasia-rahasia mereka.

8. Para kudus itu sudah merasa bahagia dan sangat puas, mudah-mudahan saja orang-orang dapat merasa puas dan menghentikan pembicaraan-pembicaraan yang tak ada isinya itu.

Mereka tidak membanggakan diri atas jasa-jasa mereka karena mereka menganggap diri mereka tak mampu berbuat baik sedikit pun; hanya Tuhanlah yang mampu berbuat baik, karena Tuhan telah memberi mereka segala-galanya demi cintakasihNya yang tak ada batasnya.

Demikian besarlah cintakasih mereka kepada Tuhan dan demikian besar pula gembira hati mereka, hingga kemuliaan dan kebahagiaan mereka tak ada kekurangannya sedikit pun juga.

Semakin tinggi orang-orang kudus itu diangkat ke dalam kemuliaan, semakin rendah hati mereka adanya, semakin erat hubungan mereka dengan Tuhan, dan semakin besar cintakasih Tuhan terhadap mereka.

Oleh karena itu ada ditulis, bahwa mereka meletakkan mahkota mereka di muka takhta Allah dan mereka bersujud di muka Anak Domba Allah, serta menyembah Dia yang hidup selama segada abad (Apok. 5.14).

9. Banyak orang bertanya: siapakah yang paling besar di dalam kerajaan Allah, tetapi mereka tidak tahu, apakah mereka sendiri itu kelak pantas dimasukkan di dalam bilangan orang-orang suci yang paling rendah.

Sungguh sangat besarlah artinya, jika orang dapat masuk sebagai penghuni surga, meskipun hanya masuk bilangan yang paling rendah, karena di surga semua mempunyai pangkat luhur, sehingga mereka akan disebut anak-anak Allah (Mat 5 : 6). dan memang demikianlah halnya. Yang paling rendah akan mencapai ribuan (Yes 60 : 22), sedangkan orang pendosa, meskipun ia berumur seratus tahun, nantinya akan hanyut.

Sebab ketika para murid bertanya, siapakah yang terbesar di dalam kerajaan Allah, mereka mendapat jawaban: Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti kanak-kanak, kamu tidak akan memasuki kerajaan surga (Mat 18 : 3) Maka barangsiapa merendahkan diri seperti kanak-kanak ini, dialah yang terbesar dalam kerajaan surga (Mat. 18 : 4).

10. Celakalah orang-orang yang menolak dengan suka rela merendahkan diri beserta kanak-kanak, sebab pintu surga yang rendah itu tidak akan meluluskan mereka masuk ke dalamnya.

Celaka pula orang-orang kaya, yang mempunyai penghiburan waktu hidup di dunia ini; sebab pada saat orang-orang yang miskin memasuki kerajaan Allah, orang-orang kaya tadi akan tinggal berkeluh kesah di luar.

Sebaliknya, bergembiralah orang-orang yang rendah hati, dan bersuka rialah orang-orang yang miskin; sebab kerajaan Allah akan merupakan milik mereka, asal mereka berjalan tidak melanggar kebenaran.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: