3.54. TENTANG KODRAT DAN RAHMAT BERLAINAN GERAK SEMANGATNYA

25 07 2009


1. AnakKu, perhatikanlah dengan seksama gerak-gerik kodrat dan rahmat, sebab yang satu berlawanan dengan yang lain dengan cara yang hampir tak kentara, bahkan oleh orang yang maknawi dan mendapat terang batinpun hampir tak dapat dirasakan perbedaan itu.

Semua orang tentu ingin sesuatu yang baik; dan dalam kata-kata dan perbuatannya mereka tentu juga sedikit banyak memperlihatkan sesuatu yang baik; dan oleh karena itulah banyak orang yang tertipu oleh hal-hal yang nampaknya saja baik.

Kodrat itu cerdik dan menarik, ia menjerat dan menipu banyak orang; dan senantiasa ia bertujuan kepentingan diri sendiri.

Tetapi rahmat bergerak bersahaja; ia menghindari segala macam kejahatan; ia tidak menggunakan alasan-alasan yang penuh akal dan menjalankan segalanya melulu untuk Allah, yang akhirnya menjadi tempat istirahatnya.

2. Kodrat tak suka meninggal, tak suka pula ditindas atau dikalahkan; ia tidak mau tunduk atau ditempatkan di bawah orang lain dengan kemauan yang bebas.

Tetapi rahmat berusaha mengadakan matiraga, melawan nafsu daging, mencari supaya dapat tunduk, ingin supaya dikalahkan, tidak mau menikmati kebebasan sendiri, dengan senang hati tunduk pada tata tertib dan tidak ingin memerintah seorangpun; tetapi ia bersedia selamanya hidup, berdiri dan berada di bawah kekuasaan Allah dan demi cintakasih kepada Allah dengan rendah hati tunduk kepada setiap makhluk yang berbudi.

Kodrat bekerja untuk kepentingan diri sendiri; dan yang diperhatikan ialah, berapa besar keuntungan yang dapat dia ambil dari orang lain; tetapi rahmat tidak memikirkan apa yang berguna dan menguntungkan bagi dirinya, melainkan lebih memperhatikan keselamatan orang banyak.

Kodrat suka dihormati dan dimuliakan; tetapi rahmat menyampaikan segala kehormatan dan kemuliaan dengan setia kepada Allah.

3. Kodrat takut dibuat malu dan takut pula akan hinaan; tetapi rahmat bergembira bila ia boleh menderita kesengsaraan demi Nama Yesus (Kis.Ras 5 : 41).

Kodrat suka benar menganggur dan memberi istirahat kepada badan; tetapi rahmat tak dapat menganggur, melainkan menjalankan pekerjaan dengan segala suka hati.

Kodrat mencari yang istimewa dan indah; ia benci terhadap yang hina dan kasar; tetapi rahmat bergembira atas yang bersahaja dan yang rendah hati; yang kasar tidaklah dibencinya dan tak seganlah ia berpakaian serba buruk.

Kodrat menginginkan hal-hal yang fana, dan bersukaria atas keuntungan duniawi; ia berdukacita, bila ia kehilangan sesuatu dan sudah menjadi marah, karena satu kata saja yang menyinggung; tetapi rahmat mengutamakan apa yang kekal, tidak lekat pada

yang fana, tidak merasa susah atas sesuatu yang hilang, tidak pula menjadi marah atas kata-kata yang tajam, karena ia telah menyimpan harta benda dan kekayaannya di surga, di mana tidak ada barang simpanan akan hilang.

4. Kodrat itu loba dan lebih suka menerima daripada memberi; dan ia suka mempunyai sesuatu sebagai miliknya sendiri; tetapi rahmat itu dermawan dan suka memberi; ia menghindari apa yang bersifat tersendiri, ia puas dengan sedikit dan berpendirian bahwa lebih berbahagialah memberi daripada menerima (Kis.Ras 20 : 35).

Kodrat cenderung kepada makhluk, kepada dagingnya sendiri, kepada hal yang sia-sia dan suka pula pergi ke luar; tetapi rahmat menarik kepada Tuhan dan keutamaan, benci akan keinginan dan nafsu daging, mengurangi diri dalam pergi ke luar dan tidak suka menunjukkan diri di muka umum.

Kodrat suka akan sekedar hiburan lahir, yang dapat memberi hiburan nafsu daging; tetapi rahmat mencari penghiburan hanya pada Allah saja dan ingin bergembira dalam yang maha Baik di atas segala sesuatu yang kelihatan.

5. Kodrat membanting tulang untuk memperoleh laba dan keuntungan bagi diri sendiri; ia tidak dapat berbuat sesuatu dengan cuma-cuma, melainkan selalu mengharap akan menerima kembali sesuatu yang setimpal, atau yang lebih banyak daripada jasa-jasanya, atau pujian ataupun anugerah; dan ia ingin agar perbuatan dan kedermawanannya dipuji-puji orang; tetapi rahmat tidaklah mencari sesuatu yang fana; sebagai hadiah ia tidak minta apa-apa, selain Tuhan Allah saja dan dari barang-barang yang fana yang diperlukan ia tidak lebih menghendakinya daripada apa yang berguna, untuk memperoleh barang-barang yang kekal.

6. Kodrat bersuka ria atas banyak sahabat dan kerabat; ia membanggakan diri atas pangkat dan keturunan yang luhur, ia mencoba mengambil hati para pembesar, dan bermulut manis terhadap orang kaya dan memuji-muji sesamanya; tetapi rahmat mengasihi juga musuh-musuhnya dan tidak sombong atas jumlah sahabat-sahabatnya; ia tidak mengindahkan kedudukan ataupun keturunan, kecuali jika hal itu membawa kebajikan yang lebih besar.

Rahmat lebih berkenan kepada kaum miskin daripada kaum kaya; lebih terharu oleh penderitaan orang yang tak bersalah daripada orang yang berkuasa, ikut bergembira dengan orang yang jujur dan tidak ikut bersuka ria dengan pendusta. Senantiasa ia menggerakkan orang-orang yang baik, untuk berusaha memperoleh anugerah-anugerah yang lebih besar (1 Kor 12 : 13) dan karena kebajikan-kebajikan menjadi serupa dengan Putera Allah.

Kodrat manusia segera mengeluh atas kekurangan-kekurangan dan keadaan-keadaan yang kurang enak; rahmat dengan tabah menderita kemiskinan.

7. Dalam segala hal kodrat mencari diri sendiri; ia berjuang dan bertengkar untuk diri sendiri; tetapi rahmat menyalurkan segala sesuatu kembali kepada Allah yang menjadi sumber segala-galanya; ia tidak menganggap dirinya mampu untuk berbuat sesuatu kebaikan dan ia tidak dengan sombong membanggakan diri atas sesuatu; ia tidak bertengkar dan ia tidak mengutamakan perasaannya di atas perasaan orang lain, tetapi segala pikiran dan pertimbangan ia serahkan kepada kebijaksanaan dan pertimbangan Allah.

Kodrat berusaha mengetahui rahasia-rahasia dan mendengarkan berita-berita; ia ingin menunjukkan diri di muka umum dan dengan panca inderanya ingin menyelami pelbagai hal; ia ingin menjadi terkenal dan berbuat apa yang menarik pujian dan perhatian; tetapi rahmat tidaklah ditimpa keinginan mengetahui berita-berita dan tidak pula ingin mendengar hal-hal yang istimewa, karena itu semuanya timbul dari kejahatan yang lama, dan karena di dunia ini tak ada sesuatu yang baru dan tetap. Oleh karena itu ia berusaha mengendalikan panca indera, menghindari kesukaan akan diri sendiri dan tak suka menonjolkan diri sendiri yang tak ada gunanya itu, serta menyembunyikan dengan rendah hati, apa yang patut dipuji dan dimuliakan, dan dalam segala hal serta dalam setiap ilmu ia mencari buah yang berbahagia dan pujian serta kehormatan Allah.

Bukanlah diri sendiri, bukanlah pula pekerjaannya yang dikehendaki supaya dipuji-puji, melainkan ia ingin agar Tuhanlah, yang memberi segala-galanya karena cintakasih; yang murni dipuji-puji dalam segala pemberianNya.

Rahmat ini adalah cahaya yang mengatasi kodrat dan anugerah yang istimewa dari Allah.

Sesungguhnya inilah tanda mereka yang terpilih dan jaminan kebahagiaan abadi. la mengangkat manusia dari keduniawian kepada kasih akan kesurgawian dan membuat manusia yang bersemangat nafsu daging menjadi manusia yang bersemangat kerohanian.

Karenanya makin banyak kodrat ditekan dan dikalahkan, semakin banyaklah rahmat yang dicurahkan, dan manusia yang maknawi tadi setiap hari oleh anugerah-anugerah yang baru dirubah menurut citra Allah.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: