3.52. BAIKLAH MANUSIA MENGANGGAP DIRINYA TIDAK PATUT MENERIMA PENGHIBURAN, MELAINKAN LEBIH PATUT UNTUK DIHUKUM

23 07 2009


1. M.: Aku tidak pantas menerima penghiburan dan kunjunganMu secara kerohanian, maka sudah adil dan layaklah, bila Engkau membiarkan aku di dalam kesunyian dan jauh daripada penghiburan.

Sebab meskipun aku dapat mengalirkan air mata sebanyak-banyaknya, belumlah patut aku menerima penghiburanMu.

Maka aku tidak patut mendapat yang lain daripada sesahan dan hukuman, karena aku telah berulang-ulang dan secara berat menyakiti hatiMu dan dalam banyak hal telah sangat berbuat dosa terhadapMu.

Kalau ingat akan hal itu semua, maka aku memang tidak patut menerima penghiburan sedikitpun.

Tetapi Engkau, ya Allah yang rahim dan rahman, yang tidak menghendaki tersia-sianya perbuatanMu, karena Engkau mau menyatakan kekayaan kebaikanMu dalam bejana kerahimanMu, maka Engkau sudi menghibur hambaMu, sekali pun tidak patut sama sekali, dengan cara yang melebihi ukuran manusia.

Sebab hiburan-hiburanMu sangat berlainan dengan kata-kata hiburan orang.

2. Apakah yang telah kuperbuat, ya Tuhan, maka Engkau berkenan memberi penghiburan surgawi ?

Tiada teringatlah aku akan sesuatu kebaikan yang telah kujalankan, kecuali bahwa aku selalu condong kepada kejahatan dan sangat malas, untuk memperbaiki diriku sendiri. Hal itu adalah benar dan tidak dapat ku ungkiri. Seandainya aku berkata lain, niscaya Engkau akan menentang aku, dan tak ada seorangpun yang akan membela aku.

Apa pula yang karena dosa-dosaku patut kuterima, kecuali neraka dan api abadi?

Sungguh-sungguh aku mengakui, bahwa aku patut diejek dan dihina, dan bahwa aku tidak patut dimasukkan dalam bilangan hamba-hambaMu yang setia.

Dan meskipun tidak suka mendengarkannya, namun aku akan mengakui dosa-dosaku dengan terus terang terhadap diriku sendiri, agar supaya aku lebih mudah memperoleh rahmat dari padaMu.

3. Apakah yang akan kukatakan, aku Yang merasa salah dan penuh malu ?

Tidak dapat aku mengatakan sesuatu yang lain, kecuali ini: Aku telah berdosa, ya Tuhan, aku telah berdosa; kasihanilah aku, ampunilah aku.

Berilah sesaat guna menangis karena kesusahanku, sebelum aku pergi ke tanah yang gelap, yang diselubungi bayang-bayangan maut. (Ayub 10 : 21)

Apakah yang lebih-lebih Engkau kehendaki dari seorang pendosa yang salah dan hina, kecuali supaya ia merasa menyesal dan merendahkan diri atas dosa-dosanya ?

Karena tobat yang sungguh-sungguh dan dalam kerendahan hati, maka timbullah pengharapan akan pengampunan, didamaikanlah suara hati yang ketakutan, dikembalikanlah rahmat yang telah hilang, dilindungilah manusia terhadap murka yang akan datang, dan akhirnya akan bertemulah Allah dengan jiwa yang bertobat dalam pelukan yang suci.

4. UntukMu, ya Tuhan, sesal penuh rendah hati atas dosa-dosa merupakan korban yang berkenan, yang di hadiratMu lebih harum semerbak daripada dupa yang menyala.

Inipun juga merupakan minyak jebad yang sedap, yang telah dicucurkan atas KakiMu, karena tiada pernah Engkau mengaibkan hati yang remuk redam (Masm 51 : 19).

Di sanalah tempat pengungsian terhadap musuh yang bermuka bingas, di sanalah diperbaiki dan dicuci bersih segala sesuatu yang jahat dan cemar.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: