3.14. BAHWA KITA HARUS MERENUNGKAN PUTUSAN GAIB ILAHI AGAR TIDAK MENJADI SOMBONG ATAS PEKERJAAN KITA YANG BAIK

27 05 2009

1. M.: Seperti gerdam guntur putusanMu mendentum di atasku, ya Tuhan; segenap tulangku Engkau hantam dengan takut dan ngeri dan jiwaku gemetar karena terkejut.

Aku hancur keheranan, serenta melihat, bahwa langit masih nampak kurang bersih di hadiratMu.

Kalau Engkau masih menjumpai kejahatan pada MalaikatMu, dan mereka itu tidak pula Engkau ampuni; apakah yang akan terjadi atas diriku?

Bintang-bintang telah jatuh dari langit; bagaimana saya dapat memberanikan diri, aku debu.

Mereka yang pekerjaannya seolah-olah tampak terpuji, telah jatuh sedalam-dalamnya; dan mereka yang makan roti para malaikat, kulihat dengan gemar menikmati makanan babi.

2. Maka akan tiada kekudusan lagi, bila Engkau, ya Tuhan, menarik tanganMu Tiada kebijaksanaan berguna, bila Engkau berhenti mengemudikannya. Tiada kekuatan berdaya, bila Engkau tidak memeliharanya.

Tiada kemurnian yang aman, bila Engkau tidak melindunginya.

Tiada penjagaan diri akan berguna, bila kewaspadaanMu yang kudus tidak menyertainya.

Karena bila Engkau tinggalkan, kami akan tenggelam dan binasa; tetapi karena kunjunganMu, kami akan tegak dan hidup kembali.

Karena kami tidak tetap, tetapi olehMu kami menjadi teguh; kami menjadi makin kendor, tetapi olehMu kami menjadi bersemangat.

3. O, betapa rendah dan hinanya aku harus berpikir tentang diriku! Betapa harus kuremehkan, bila aku mengira mempunyai sesuatu yang baik.

O, betapa dalam, ya Tuhan, aku harus tunduk di bawah putusanMu, dalam seperti jurang, di mana aku tidak menemukan apa-apa pada diriku, kecuali kehampaan belaka !

Maka di manakah masih ada tempat persembunyian bagi kemuliaan yang hampa? Di manakah masih ada kepercayaan kepada keutamaan khayalan?

Hanyutlah segala kesohoran yang hampa ke dalam putusanMu yang dalam tentang diriku.

4. Apakah arti semua daging di hadiratMu? Apakah kiranya geluh akan memuji dirinya terhadap Dia yang membentuknya (Is: 49.9).

Bagaimanakah ia dapat mengangkat-angkat dirinya dengan pujian hampa, sedang sesungguhnya hatinya di bawah kekuasaan Allah?

Dunia seluruhnya tidak akan menyombongkan dia, yang telah ditaklukkan oleh kebenaran dan barangsiapa telah meletakkan harapannya kepada Allah, tidak akan terpengaruh oleh pujian, yang diberikan kepadanya dari segenap mulut orang.

Karena mereka yang mengucapkan itupun, semuanya bukan apa-apa; sebab mereka akan binasa bersama-sama dengan suara perkataannya. Tetapi kebenaran Tuhan tetap kekal (Maz: 117.2).


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: