3.10. BAHWA SUNGGUH NIKMATLAH MENAMPIK DUNIA DAN MENGABDI TUHAN

17 03 2009

1. M.: Sekarang aku hendak berbicara lagi ya Tuhan, dan tidak berdiam diri; aku akan berbicara di dalam telinga Allahku, Tuhanku dan Rajaku, yang tinggal di tempat tinggi.

Alangkah besarnya, ya Tuhan, harta-kekayaan kemanisanMu, yang Engkau sediakan untuk mereka, yang takut kepadaMu (Masm.31.20).

Tetapi apakah Engkau itu bagi orang yang cinta kepadaMu? dan apakah Engkau itu bagi mereka, yang dengan segenap jiwa raganya mengabdi kepadaMu?

Sungguh tak dapat digambarkanlah nikmatnya pandangan atas Dikau, yang Engkau siapkan bagi mereka yang cinta akan Dikau.

Di sinilah Engkau telah menunjukkan cintakasihMu kepadaku: pada waktu aku belum ada, aku Engkau ciptakan; pada waktu aku menyeleweng jauh dari padaMu, aku telah Engkau ketemukan kembali dan Engkau perintahkan agar mencintai Dikau.

2. Wahai, Sumber cinta kekal, apakah yang akan kukatakan tentang Dirimu?

Bagaimana aku dapat lupa akan Dikau, yang telah berkenan memikirkan daku, bahkan setelah aku hancur binasa ?

Di luar segala dugaan Engkau telah menunjukkan belas kasihanMu kepada hambaMu, dan tanpa mengingat perbuatan-perbuatanku Engkau telah rnenganugerahkan rahmatMu, serta mengangkat aku menjadi sahabatMu.

Apakah gerangan yang akan aku haturkan kepadaMu sebagai balas jasa untuk pemberian rahmat tadi ? Karena tidak semua orang terpanggil untuk meninggalkan segala hak miliknya, melepaskan diri dari ikatanikatan dunia dan hidup membiara.

Apakah pengabdianku kepadaMu itu boleh dikatakan suatu perbuatan yang besar ? Karena semua makhlukpun wajib mengabdi kepadaMu ?

Bukankah pengabdianku kepadaMu yang harus kupandang sebagai perbuatan besar, tetapi yang harus aku pandang besar dan mentakjubkan ialah, bahwa Engkau telah berkenan menerima aku yang miskin dan hina ini sebagai hambaMu, dan mengijinkan aku masuk di kalangan hamba-hambaMu terkasih.

3. Lihatlah, semua yang kumiliki dan segala sarana pengabdianku kepadaMu berasal dari padaMu.

Lihatlah, langit dan bumi yang Engkau ciptakan untuk kepentingan umat manusia, setiap hari selalu siap sedia menjalankan segala perintahMu.

Semua itu kiranya belum cukup; bahkan para malaikatpun Engkau tugaskan untuk melayani umat manusia.

Tetapi yang melampaui semuanya itu ialah, bahwa Engkau sendiri berkenan mengabdi kepada umat manusia dan berjanji akan memberikan kepadanya: Dirimu sendiri.

4. Apa gerangan yang akan kuhaturkan kepadaMu sebagai tanda syukur atas pemberian yang melimpahlimpah itu? Semoga aku dapat mengabdi Dikau setiap hari selama hidupku !

Ya semoga aku diperkenankan mengabdi Dikau dengan pantas selama sehari saja!

Memang sudah selayaknya, Engkau menerima segala pengabdian, segala penghormatan dan segala pujian untuk selama-lamanya.

Sungguh benar, Engkaulah Tuhanku, dan aku ini hambaMu yang hina, yang seharusnya mengabdi kepadaMu dengan segenap kekuatan, dan tidak boleh jemu meluhurkan serta memuji Dikau.

Demikianlah kehendakku, demikian pulalah keinginanku. Dan sudi apalah kiranya Engkau berkenan melengkapi semua kekuranganku.

5. Sungguh merupakan perbuatan sangat terhormat dan luhur ialah: mengabdi kepadaMu dan menyampingkan segala sesuatu demi cintakasih akan Dikau.

Sebab barangsiapa dengan suka rela mengabdi Dikau sepenuh hatinya, tentu akan menerima rahmat banyak. Mereka, yang karena cintanya kepadaMu membuang kenikmatan daging, tentu akan menemukan penghiburan Roh Suci yang paling lezat.

Mereka yang karena Namamu bersedia melalui jalan yang sempit dan menyampingkan segala perhatian terhadap hal-hal duniawi, tentu akan memperoleh kebebasan hati yang penuh.

6. Mengabdi kepada Allah memang sungguh menyenangkan dan menggembirakan. Akibat pengabdian itu orang dapat hidup bebas dan saleh.

Martabat pengabdian hidup membiara memang patut dihormati dan meningkatkan derajad manusia sama dengan malaikat. Martabat itu berkenan kepada Allah, menggentarkan setan dan pantas dianjurkan bagi orang-orang beriman.

Martabat pengabdian kepada Allah, yang pantas dijunjung tinggi dan diidam-idamkan! Akibat pengabdian itu manusia dapat memperoleh kebahagiaan tertinggi dan menikmati kegembiraan yang tak ada akhirnya !

 

 


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: