3.7. TENTANG RAHMAT YANG HENDAKNYA DISEMBUNYIKAN DI BAWAH PENGAWASAN RENDAH HATI

14 03 2009

1. G.: AnakKu, lebih berguna dan lebih aman untukmu menyembunyikan rahmat peribadatan dan membanggakan diri karenanya tidak banyak mempercakapkannya dan tidak mementingkannya; akan tetapi lebih baik meremehkan dirimu sendiri, karena takut, jangan-jangan rahmat itu telah diberikan kepada orang yang tidak pantas.

Janganlah engkau terlalu menyandarkan dirimu kepada perasaan hati, yang cepat dapat berubah sama sekali.

Ingatlah baik-baik pada waktu engkau menerima rahmat, bagaimana sengsara dan miskinmu, jika kamu ditinggalkan oleh rahmat.

Kemajuan hidup rohani itu tidak hanya terletak pada sikap tenteram dan rajin sewaktu orang dikaruniai rahmat penghiburan, tetapi juga terletak pada sikap rendah hati, sabar dan matiraga pada waktu orang menderita tiadanya rahmat tersebut, sehingga kebiasaan berdoa dan melakukan latihan-latihan lainnya tetap dengan rajin diindahkan.

Pada saat-saat tiadanya rahmat itu pula janganlah hendaknya engkau lupa, sedapat-dapat dan menurut keinsyafan serta kemampuanmu berusaha melakukan apa yang sekiranya dapat kamu laksanakan, dan janganlah sekali-kali karena rasa hampa dan takut kamu lalu melalaikan dirimu sendiri.

2. Memang banyak orang yang lalu menjadi kurang sabar atau lemah semangatnya, jika semuanya tidak lancar seperti yang mereka inginkan.

Manusia itu tidak selalu menguasai jalan hidupnya sendiri, tetapi hanya Tuhanlah yang berkuasa memberi dan menghibur. Saatnya siapa-siapa dan berapa,besarnya pemberian dan penghiburan itu, semuanya ditentukan Tuhan sendiri, menurut kehendak Tuhan, tidak oleh orang lain.

Sementara orang terjerumus ke dalam jurang kehancuran, karena keberaniannya yang berlebih-lebihan dengan rahmat kebaktian, yang diberikan kepada mereka, sebab mereka ingin berbuat lebih daripada kemampuannya. Mereka tidak memperhitungkan kekuatannya, tetapi lebih mengikuti gairah hatinya daripada pertimbangan budi pikirannya.

Dan oleh karena mereka itu ingin mencapai hal-hal yang lebih besar daripada yang berkenan kepada Tuhan, maka segera mereka kehilangan rahmat Allah.

Barangsiapa mempersiapkan sarangnya di surga untuk dirinya, sering tetap miskin dan dibiarkan hina dina; agar mereka, miskin dan terhina belajar tidak terlalu percaya pada kekuatan diri sendiri, tetapi merasa aman tenteram di bawah naungan sayapKu.

Barangsiapa masih baru dan belum berpengalaman di jalan Tuhan, jika ia tidak suka mengikuti nasihat dan bimbingan orang-orang bijaksana, tentu mudah tertipu dan tersesat,

3. Apabila orang lebih suka, mengikuti perasaan hatinya sendiri daripada percaya kepada saran-saran orang-orang yang berpengalaman, maka akhirnya ia akan menghadapi bahaya jika orang tersebut tidak bersedia melepaskan kemauannya sendiri.

Orang yang merasa pintar, jarang sekali bersedia dengan rendah hati menerima pimpinan orang lain.

Lebih baik kurang pintar dan berpengetahuan sedikit, tetapi rendah hati, daripada banyak menghimpun ilmu pengetahuan, tetapi sombong dan tinggi hati.

Lebih baiklah bagimu bermilik agak kurang, daripada banyak, tetapi yang akan dapat membuat kamu sombong.

Sungguh sangat kurang hati-hatilah, apabila orang terlalu bersuka ria, sehirigga lupa akan kemiskinannya yang dahulu dan rasa hormatnya yang murni terhadap Tuhan, yang khawatir akan kehilangan rahmat, yang telah disediakan untuknya.

Demikian pula juga kurang berani tindakan orang yang terlalu murung dalam waktu menghadapi kesusahan dan bermacam-macam kesulitan, serta kurang menaruh kepercayaan kepadaKu sebagaimana mestinya.

4. Barangsiapa pada waktu damai ingin terlalu merasa tenteram, dalam waktu saatnya perjuangan tiba sering merasa terlalu tawar hati dan ketakutan.

Seandainya kamu selalu dapat menjaga dirimu sendiri dan tetap rendah hati, serta mengendalikan rohmu dengan baik, maka kamu tidak akan lekas jatuh dalam bahaya dan dosa.

Hendaknya engkau ingat-ingat sebagai suatu nasihat baik, yaitu: Pertimbangkanlah dalam dirimu sendiri pada waktu semangat rohmu berapi-api, bagaimana nanti jika sinar rahmat itu lenyap dari padamu.

Dan bila hal itu terjadi, ingatlah bahwa sinar rahmat itu dapat datang kembali lagi. Sebab rahmat tadi hanya untuk sementara Kutarik kembali sebagai peringatan bagimu dan demi keluhuranKu.

5. Percobaan serupa itu sering lebih berguna bagimu, daripada jikalau engkau beruntung selalu dalam keadaan senang dan bahagia seperti yang kamu inginkan.

Sebab perbuatan baik orang tidak harus diukur dengan banyaknya penampakan atau penghiburan yang ia peroleh, atau juga dengan luas pengetahuannya dalam kitab suci serta kedudukannya yang tinggi. Tetapi perbuatan tersebut mesti dinilai atas dasar kerendahan hati sejati dan atas cintakasih terhadap Tuhan: apakah orang itu semata-mata hanya mencari kehormatan Tuhan; ataukah ia benar-benar menganggap dirinya tak berharga dan dengan sungguh-sungguh merendahkan diri; tambahan pula apakah ia lebih suka tidak diindahkan dan diperhatikan orang daripada dihormati.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: