2.3. HAL ORANG YANG BAIK DAN SUKA DAMAI

23 02 2009

1. Bila kita berusaha agar kita memperoleh damai dalam hati kita, maka barulah kita dapat memberi damai kepada orang lain. Orang yang suka damai lebih berguna daripada orang yang cerdik pandai. Sedang orang yang suka marah-marah akan cenderung menerima sesuatu yang baik sebagai menyakitkan hati dan mudah percaya akan perbuatan jahat. Sedang orang yang baik hati dan suka damai melihat sesuatu yang baik di dalam semua kejadian.

Barangsiapa sungguh-sungguh dalam damai, tak akan berpikiran jahat terhadap orang lain. Sebaliknya orang yang tak pernah merasa puas dan sifatnya pemarah, akan selalu menaruh curiga terhadap orang lain ; ia sendiri tidak merasa tenteram dalam hati dan bagi orang lain ia merupakan rintangan. Seringkali ia mengatakan hal-hal yang mestinya tidak boleh dikatakan, dan melalaikan pekerjaan yang bermanfaat baginya. Pekerjaan yang harus dikerjakan orang lain diselidikinya, tetapi pekerjaannya sendiri ia lalaikan.

Maka itu marilah kita rajin terhadap diri kita terlebih dahulu, sesudah itu barulah kita dapat berusaha mengingatkan orang lain.

2. Kita sangat pandai memaafkan perbuatan-perbuatan kita sendiri dan agar orang lain menunjukkan pengertian terhadapnya, tetapi kita tidak bersedia menaruh pengertian terhadap perbuatan orang lain.

Padahal mestinya kita harus menyalahkan diri kita sendiri dan memaafkan orang lain.

Jika kita ingin supaya orang lain bersabar hati terhadap kita, maka kitapun harus juga bersabar hati terhadap orang lain.

Baiklah kita ketahui, bahwa kita masih belum memiliki cintakasih yang sejati dan belum cukup rendah hati, hingga tidak suka marah-marah atau sakit hati terhadap orang lain, kecuali terhadap diri sendiri.

Bukanlah hal yang luar biasa jika kita dapat bergaul dengan orang-orang yang lemah lembut. Dengan sendirinya setiap orang senang menjalankan pergaulan semacam itu, setiap orang suka hidup tenteram dan senang bersahabat dengan orang-orang yang sependirian dan seperasaan dengan dirinya. Tetapi dapat h idup tenteram dan bergaul baik-baik dengan orang-orang yang keras hati, atau orang-orang yang tidak mengenal aturan, itulah suatu rahmat besar, suatu tabiat jantan luar biasa yang sungguh-sungguh patu dipuji.

3. Ada orang yang dapat hidup damai dengan dirinya sendiri, demikian pula dengan orang lain. Tetapi ada pula orang yang tidak merasa damai dengan dirinya sendiri, dan kepada orang lain iapun tidak memberi ketenangan hidup. Orang semacam itu menyusahkan orang lain, tetapi sebenarnya ia itu lebih menyusahkan dirinya sendiri.

Dan ada pula orang yang mendamaikan diri sendir dan berusaha mendamaikan orang lain.

Tetapi dalam kehidupan yang penuh sengsara ini, ketenteraman kita lebih terletak pada kesabaran yang penuh rendah hati, daripada bila tidak pernah mendapat rintangan apapun. Barangsiapa dapat menahan sengsara sebaik-baiknya ia disebut pemenang atas diri sendiri, berkuasa atas dunia, serta menjadi sahabat Kristus dan ahli-waris surga.

 

 


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: