I.17. HAL HIDUP MEMBIARA

4 02 2009

1. Sungguh sangat penting, bahwa dalam banyak hal kita harus belajar mengalah, apabila kita ingin hidup rukun dan damai dengan orang lain.

Sungguh tidak kecil artinya hidup di dalam biara atau di dalam persekutuan bersama orang lain, tanpa keluh kesah, rukun dan damai serta setia sampai mati.

Sungguh bahagialah orang yang telah hidup di kalangan itu dengan baik dan tetap bahagia sampai saat terakhir

Apabila kita ingin tetap berdiri dan maju, sebaiknya kita selalu ingat, bahwa di dunia ini kita adalah sebagai orang buangan dan perantau. Kita harus menjadi orang bodoh sebab Kristus (1 Kor. 4 : 10) bila kita ingin hidup membiara.

2. Pakaian biara dan pangkas rambut tonsure hanya sedikit gunanya. Tetapi memperbaiki kelakuan dan mengendalikan hawa nafsu dengan sempurna itulah membuat kita menjadi orang pertapa yang sesungguhnya.

Barangsiapa ingin mencari sesuatu di luar Tuhan atau mencari lain daripada kebahagian jiwanya sendiri, niscaya ia akan hanya menemukan kesukaran dan kesusahan belaka.

Juga tak akan lama ia merasakan hidup puas, jika ia tidak berusaha menjadi yang paling hina dan paling rendah di antara semua orang.

3. Kita hidup dengan tugas untuk mengabdi, bukan untuk memerintah. Baiklah kita ketahui, bahwa kita dipanggil untuk bekerja dan menderita sengsara, bukan untuk menganggur dan ngobrol-ngobrol.

Di sinilah orang diuji laksana emas di dalam perapian (Kebj 3 : 6)

Di sini orang tak akan dapat bertahan, kecuali dia dengan segenap hatinya mau merendahkan diri karena Tuhan.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: