Petunjuk membaca

22 09 2009

Seluruh karya tulis Thomas Kempis dalam bukunya Imitatio Christi telah selesai dimuat

Anda dapat membaca dan merenungkannya dengan tidak perlu berurutan, silahkan pilih topik yang anda anggap sesuai pada hari ini dan topik yang lain dapat anda baca pada kesempatan yang lain

Tulisan Thomas Kempis terdiri dari 4 buku, lihat diatas, pertama-tama silahkan anda pilih buku mana yang akan anda baca

Kemudian silahkan pilih topik pada buku-buku tersebut, copy-paste kan judul topik tersebut pada kolom search yang berada disamping kanan

Selamat membaca dan merenungkannya





I.1. HAL MENGIKUTI JEJAK KRISTUS DAN MENGABAIKAN SEGALA KESIA-SIAAN DUNIA

22 09 2009

1. Tuhan bersabda : Barang siapa mengikuti Daku tiadalah ia berjalan didalam kegelapan (Yoh 8:12)

Inilah sabda Kristus untuk menasehati kita supaya kita meniru hidup ketekunanNya, bila kita sunguh-sungguh ingin mendapat terang dan ingin dibebaskan daripada segala kebutaan hati

Karena itu hendaklah kita mengutamakan dan mencurahkan perhatian kita untuk merenungakan kehidupan Jesus Kristus

2. Ajaran Kristus jauh melebihi semua ajaran orang-orang Kudus dan barang siapa yang mempunyai semanagat yang sejati akan mendapat makna yang tersembunyi didalamnya. Tetapi sering terjadi bahwa banyak orang, meskipun telah berkali-kali mendengar Injil, rasa rindu mereka kepada Injil hanya kecil sekali, sebab mereka tidak memiliki semangat Kristus

Tetapi barangsiapa ingin memahami sedalam-dalamnya dan menikmati sepenuhinya kata-kata Kristus, hendaklah ia berusaha menyesuaikan hidupnya dengan hidup Kristus

3. Apakah faedahnya mengadakan perdebatan secara mendalam tentang Allah Tritunggal Maha Kudus, apabila kita tidak rendah hati, sehingga Tritunggal tidak berkenan kepada kita ?

Bahwasanya : bukan kata yang muluk-muluk membuat orang menjadi suci dan adil, melaikan hidup yang bertakwalah membuat orang berkenan kepada Tuhan

Lebih baik hati kita merasa remuk redam daripada mengerti segala seluk-beluknya

Seandainya kita hafal selutuh Kitab suci dan ucapan-ucapan para ahli filsafat semuanya, apakah gunanya semuanya itu, apabila kita tidak memiliki cinta kasih Allah danrahmatnya ?

Kesia-siaan, sungguh kesia-siaan dan segalanya adalah sia-sia belaka (Eccl. 1. 2), kecuali cinta kasih akan Allah dan mengabdi hanya kepadaNya

Inilah hikmat yang tertinggi : dengan menolak dunia menuju kepada kerajaan surga

4. Maka kesia-siaanlah mencari kekayaan yang fana dan menaruh pengharan padanya. Kesia-siaan pula mengejar kehormatan dan membanggakan diri

Kesia-siaanlah, menuruti keinginan dagingdfan menginginkan segala sesuatuyang akhirnya harus mengakibatkan hukuman berat bagi kita

Kesia-siaanlah, mengharapkan umur panjang, tetapi hanya sedikit mengindahkan hidup baik. kesia-siaanlah, mencintai segala yang lewat dengan cepat dan tiada mengejar kebahagiaan yang kekal

5. Hendaklah kita senantiasa ingat akan perkataan ini : bahwa mata tiada pernah puas melihat dan bahwa telinga tiada pernah puas mendengar (Eccl 1.1.8)

Maka hendaklah kita berusaha mengelakkan hati kita dari cinta yang kelihatan dan mengarahkannya kepada apa yang tidak tampak

Karena barangsiapa menuruti kenikmatan nafsu rasa, akan menodai hatinya dan kehilangan rahmat Allah





4.18. HENDAKLAH MANUSIA JANGAN MENYELIDIKI SAKRAMEN INI SECARA BERLEBIH-LEBIHAN MELAINKAN TUNDUKKANLAH PIKIRANNYA KEPADA IMAN KUDUS, SELAKU MURID KRISTUS YANG RENDAH HATI

2 09 2009

Yang Terkasih Bersabda:

1. Hendaklah engkau mengenai rahasia Sakramen ini jangan mengadakan penyelidikan dengan keinginan yang melewati batas dan tak berguna, jika engkau tidak mau tenggelam dalam jurang keragu-raguan.

Barangsiapa hendak memahami sedalam-dalamnya kemegahan Allah, akan tertimpa oleh kemuliaanNya (Prov. 25.27).

Tuhan lebih berkuasa berbuat sesuatu daripada manusia dapat memahaminya. Tetapi diperkenankanlah penyelidikan yang takwa dan yang disertai dengan rendah hati mengenai kebenaran, di mana kita selalu siap sedia menerima pengajaran dan dengan suka hati bertindak sesuai dengan pengajaran-pengajaran yang sehat dari Bapa-Bapa.

2. Sungguh kesederhanaan yang bahagia, yang meninggalkan gelanggang perdebatan yang berliku-liku, dan mau melalui jalan perintah Tuhan yang rata dan sentosa.

Banyak orang kehilangan takwa pada saat mereka hendak menyelidiki perkara-perkara yang mulia.

Dari padamu diminta iman dan hidup yang sungguh-sungguh jujur, bukanlah pikiran yang muluk-muluk, atau pengertian tentang rahasia-rahasia Tuhan Allah.

Jika engkau tak dapat memahami, ataupun mengerti hal-hal yang berada dibawahmu, bagaimanakah engkau dapat menangkap hal-hal yang di atasmu.

Tunduklah kepada Allah dan taruhlah pendapatmu di bawah imanmu; dan engkau akan menerima pengertian terang sesuai dengan keperluan dan kebutuhanmu.

3. Sementara orang mengalami godaan besar mengenai iman dan sakramen; tetapi ini bukan kesalahan mereka, melainkan kesalahan musuh.

Janganlah susah hatimu karenanya dan janganlah berdebat dengan pikiranmu; dan janganlah memberi jawaban atas kebimbangan-kebimbangan yang disodorkan kepadamu oleh setan, melainkan percayalah kepada sabda Allah, percayalah kepada orang-orang kudus dan para nabi; niscaya si musuh yang jahat itu akan melarikan diri.

Seringkali sungguhlah berguna, jika hamba Allah mengalami hal-hal semacam itu.

Sebab orang-orang yang tak beriman dan orang-orang berdosa, yang telah lama dikuasainya, tidaklah perlu digodai lagi; sebaliknya orang-orang beriman yang bertakwa digodai dan diganggu dengan macam-macam cara.

4. Maka hendaklah engkau tetap maju dengan iman yang bersahaja dan teguh; dan sambutlah sakramen yang maha kudus dengan hormat penuh rasa rendah hati.

Dan apa yang engkau tak dapat memahaminya, serahkanlah dengan tenang hati kepada Allah yang maha kuasa.

Tuhan tidak akan menipumu; tetapi tertipulah ia, yang terlalu banyak percaya kepada diri sendiri.

Tuhan beserta mereka yang bersahaja, memberitahukan Diri kepada mereka yang rendah hati, memberi kebijaksanaan kepada yang rendah, membuka pikiran mereka

yang murni hati, dan menahan rahmatNya terhadap mereka, yang selalu ingin tahu (melit) dan yang congkak hati.

Pikiran manusia itu lemah dan dapat tertipu; tetapi iman yang benar tak dapat keliru.

5. Segenap budi dan penyelidikan kodrati harus mengikuti Iman, bukanlah mendahului dan memperkosanya.

Sebab iman dan cintakasih kini melampaui segala-galanya, dan kedua-duanya bekerja secara gaib dalam sakramen yang termulia ini.

Tuhan Allah, dengan kuasaNya yang kekal, tak terbatas dan tak terhingga, menciptakan hal-hal yang besar dan tiada terduga, baik di langit, maupun di atas bumi; dan pekerjaanNya tak mungkinlah dipahami.

Andaikata pekerjaan Tuhan dapat dimengerti dengan mudah oleh pikiran manusia, niscaya tak bolehlah pekerjaan Tuhan disebut ajaib dan tak terkatakan adanya





4.17. HAL CINTAKASIH YANG MENYALA-NYALA DAN KERINDUAN YANG AMAT BESAR AKAN MENYAMBUT KRISTUS

1 09 2009

1. Dengan cintaksih yang sangat besar dan menyala-nyala, dengan segala keinginan dan semangat hatiku, aku ingin menyambut Diaku, ya Tuhan; sebagaimana banyak orang kudus dan umat bertakwa yang sangat berkenan kepadaMu, karena hidup mereka yang suci, telah merindukan Dikau juga waktu mereka menyambut komuni.

O Allahku, kasih yang kekal yang merupakan milikku yang tertinggi dan keselamatanku yang tak terhingga aku ingin menyambut Dikau dengan rasa rindu yang menyala-nyala, dan dengan kehormatan yang sangat besar yang pernah dialami atau dirasakan oleh orang-orang kudus.

2. Dan walaupun aku tidak pantas memiliki rasa takwa ini, namun ku persembahkan kepadaMu segala kasih yang ada padaku, seakan-akan hanya akulah yang memiliki kerinduan yang sangat diinginkan dan yang menyala-nyala.

Tetapi juga segala yang dapat dipikirkan dan diinginkan oleh jiwa yang bertakwa, itu semua kupersembahkan kepadaMu dengan penghormatan yang sangat tinggi dan dengan kasih yang sangat tulus.

Tak ada suatu pun yang kuinginkan bagiku sendiri, tetapi diriku sendiri dan segala milikku ku persembahkan dengan hati yang tulus ikhlas kepadaMu.

Tuhan Allahku, Pencipta dan Penebusku, dengan ikhlas, dengan ta’zim pujian dan kehormatan, dengan penuh rasa syukur, kemuliaan dan cinta kasih, dengan kepercayaan, pengharapan dan kemurnian aku ingin menerimaMu pada saat ini, sebagaimana IbuMu yang sangat suci, perawan Maria, yang termulia, telah menerima Dikau dan telah merindukan, ketika ia menjawab dengan rendah hati dan penuh takwa kepada malaekat, yang memberi kabar kepadanya tentang rahasia penjelmaan: Lihatah hamba Tuhan terjadilah padaku menurutperkataanMu. (Luk. 1 : 38).

3. Pula seperti Yohanes Pemandi, orang yang teristimewa di antara umat kudus, yang mendahului kedatanganMu, sewaktu ia masih di dalam kandungan ibunya telah bangkit dengan gembira dalam Roh Kudus, karena bergembira akan hadiratMu; dan tatkala ia di kemudian hari melihat Yesus berjalan di antara orang-orang, sangatlah merendahkan diri aan berkata dengan penuh kasih mesra: Sahabat mempelai laki-laki yang sedang mendengarkan perkataannya, sangatlah bergembira bila ia mendengar suara mempelai itu (Yoh. 3 : 29); begitulah juga aku ingin berkobar dalam keinginanku yang suci itu dan ingin mengorbankan diriku sendiri sama sekali kepadaMu.

Oleh karena itu seluruh kegembiraan batin, keinginan yang bernyala-nyala, kenikmatan rohani, penerangan yang mengatasi kodrat dan pemandangan surgawi segenap umat yang bertakwa, begitu pula kebajikan dan puji-pujian yang telah dipersembahkan, ataupun yang masih akan dipersembahkan segala makhluk, baik di surga maupun di atas bumi, kukorbankan dan kupersembahkan kepadaMu untuk diriku dan untuk mereka sekalian yang telah minta doaku, agar supaya Engkau oleh umat sekalian terpujilah dengan sepatutnya dan dimuliakan selama-lamanya.

4. Tuhan Allahku, terimalah keinginan dan kerinduanku untuk memuji Dikau dengan tiada henti-hentinya dan memuliakan Dikau melebihi segala-galanya; sebab ini sudahlah selayaknya diberikan kepadaMu, sesuai dengan keagunganMu yang berlimpah-limpah.

Ini ku persembahkan kepadaMu dan aku ingin mempersembahkannya tiap hari dan tiap saat pula; dan segenap roh surgawi dan umatMu sekalian akan minta dan memohon dengan sangat, supaya besertaku mengucap syukur dan memuji Dikau.

5. Moga-moga segala bangsa dan suku, serta lidah memuji Dikau; semoga mereka memuliakan NamaMu yang kudus dan sangat manis bagaikan madu itu dengan kegembiraan yang luar biasa dan dengan takwa yang bernyala-nyala.

Dan semoga mereka sekalian yang merayakan rahasia yang termulia ini dengan hormat dan takwa, dan menyambutnya dengan kepercayaan yang dalam, akan mendapat

rahmat dan rahim dari padaMu dan sudi berdoa dengan rendah hati bagiku, orang berdosa.

Dan apabila mereka telah menikmati pula persatuan mereka dengan Dikau, dan bila mereka setelah menerima penghiburan yang banyak dan dengan ajaib menjadi segar pula, telah mengundurkan diri dari perjamuan surgawi yang kudus itu, semoga mereka lalu ingat akan daku, orang yang papa ini.





4.16. BAHWA KITA HARUS MEMBENTANGKAN SEGALA KESUKARAN KITA DI HADAPAN KRISTUS DAN MOHON RAHMATNYA

31 08 2009

Murid Berkata:

1. Ya Tuhan yang maha manis dan penuh kasih, yang sekarang hendak ku sambut dengan takwa dan rindu, Engkau mengetahui kelemahan dan kesukaranku yang sedang ku derita; betapa banyak penderitaan dan kejahatanku; betapa seringnya aku mendapat rintangan, godaan, kekacauan dan cemar.

Aku datang menghadap Dikau, untuk mohon pertolongan; aku mohon penghiburan dan terang.

Aku bicara dengan Yang Maha Tahu, yang mengetahui segala hal ikhwal batinku, hanya Engkaulah yang dapat dengan sempurna menghibur dan menolong aku.

Engkau tahu, apakah yang lebih-lebih kuperlukan dan betapa papa akan kebajikan aku ini.

2. Lihatlah, kini aku berdiri di hadapanMu, papa dan tak berpakaian; berdoa mohon rahmatMu dan belas kasihanMu.

Segarkanlah pengemisMu yang lapar ini, panaskanlah kedinginanku dengan api cintakasihMu; buatlah supaya aku dapat melihat pula kedatanganMu yang memberi terang.

Berilah supaya sifat keduniaan menjadi pahit bagiku; supaya segala yang berat dan menjemukan menjadi kesabaran bagiku; berilah juga supaya aku dapat menghinakan dan melupakan segala sesuatu yang rendah dan segenap makhluk di dunia ini.

Arahkanlah hatiku kepadaMu di dalam surga dan hendaknya jangan membiarkan aku berkelana di atas dunia.

Semoga hanya Engkaulah yang menjadi kegembiraanku mulai saat ini sampai kepada kekal; sebab hanya Engkaulah yang menjadi santapan dan minumanku, kasih dan kesukaanku, kenikmatan dan keuntunganku yang besar.

3. Semoga kedatanganMu membuat aku berkobar menyala-nyala dan hancur lebur di dalamMu; supaya aku bersatu dalam semangat dengan Dikau, karena rahmat persatuan batin, dan luluh lebur dengan Dikau dalam cintakasih yang berkobar.

Janganlah membiarkan aku pergi dari padaMu dengan rasa lapar dan dahaga, melainkan hendaklah bersikap belas kasihan terhadap aku, seperti Engkau telah sering kali bersikap mengherankan terhadap umatMu yang kudus.

Betapalah ajaibnya, jika aku olehMu sama sekali bernyala-nyala dan segala sesuatu yang ada padaku habis binasa; sebab Engkau ialah api yang tak kunjung padam dan bernyala selama-lamanya. Engkau yang merupakan kasih yang menyucikan hati dan memberi terang kepada budi.





4.15. BAHWA RAHMAT BERTAKWA DAPAT DIPEROLEH DENGAN RENDAH HATI DAN DENGAN MENYANGKAL DIRI SENDIRI

30 08 2009

1. Rahmat bertakwa haruslah engkau cari dengan giat, engkau minta dengan sangat, engkau tunggu dengan sabar dan kepercayaan yang baik, engkau terima dengan rasa syukur, engkau simpan dengan rendah hati dan hendaklah engkau bekerja sama dengan dia dan engkau serahkan kepada Allah, bilamana dan bagaimana kunjungan surgawi itu akan datang padamu.

Lebih-lebih hendaklah engkau merendahkan diri, bila engkau merasa hanya sedikit bertakwa atau sama sekali tidak merasa takwa; tetapi hendaklah jangan engkau terlalu putus asa, ataupun terlalu sedih tentang hal ini.

Sebab dalam waktu sekejap mata saja Allah sering kali memberikan apa, yang telah lama ditolakNya; kadang-kadang baru pada akhir doa la memberikan apa yang pada permulaan doa ditundaNya.

2. Sebab andaikata rahmat selalu segera diberikan dan selalu dikabulkan atas keinginan kita, niscaya orang yang lemah tidak akan dapat menahannya.

Oleh sebab itu hendaklah rahmat bertakwa ini engkau tunggu dengan penuh kepercayaan dan kesabaran serta rendah hati. Tetapi hendaknya engkau sendiri dan dosa-dosamulah yang engkau persalahkan, bila rahmat tidak diberikan atau diambil dari padamu secara diam-diam.

Kadang-kadang hanya perkara kecil yang menyebabkan rahmat terhalang dan tidak tampak; sesungguhnya perkara kecil tadi lebih dapat dikatakan gendala yang besar, karena merintangi kedatangan anugerah yang besar.

Dan jika engkau justru telah menghilangkan gendala yang kecil ataupun besar tadi dan telah mengalahkannya, maka engkau akan memperoleh yang engkau minta.

3. Sebab segera setelah engkau dengan segenap hati telah menyerahkan dirimu kepada Allah dan tidak mengejar bermacam-macam hal menurut kesenangan dan keinginanmu sendiri, tetapi menyerahkan dirimu kepada Tuhan, maka engkau akan bersatu dan dalam damai dengan Tuhan; sebab tiada suatupun yang lebih nikmat dan berkenan bagimu dari pada berkenan kepada kehendak Allah.

Maka barangsiapa dengan berusaha mengarahkan perhatiannya terhadap Allah kelangit, dan membersihkan diri dari segala cinta yang tak teratur, atau dari rasa jemu terhadap sesuatu makhluk, dialah yang paling pantas menerima rahmat dan anugerah bertakwa.

Karena Tuhan mencurahkan berkatNya dalam bejana-bejana yang terdapat bersih tiada berisi.

Dan semakin sempurna orang menyangkal perkara-perkara yang hina, dan semakin banyak ia dengan menghina diri pribadi mematikan diri sendiri, semakin cepat rahmat akan mendatanginya, yang akan mengalir semakin derasnya dan akan mengarahkan hatinya yang telah terlepas itu ke arah yang lebih tinggi.

4. Maka ia akan melihat dan akan merasa cukup berlimpah-limpah serta akan heranlah ad dan hatinya akan merasa menjadi lapang (Is. 60.5); karena Tuhan besertanya; dan ia telah menyerahkan dirinya sendiri dengan sempurna kepada Allah, untuk selama-lamanya.

Lihatlah, demikian ia akan diberkati (Masm. 128 : 4) yang dengan segenap hati mencari Allah dan tidak menyerahkan hatinya kepada orang-orang yang sia-sia.

Dalam menyambut Ekharisti Kudus orang itu akan pantas menerima rahmat yang mulia: yaitu bersatu dengan Allah; karena ia tiada menginginkan takwanya sendiri dan penghiburan bagi diri sendiri, melainkan mencari kehormatan dan kemuliaan Allah di atas segala takwa dan penghiburan.





4.14. HAL RINDU YANG MENYALA DARI SEMENTARA OR.ANG YANG BERTAKWA AKAN TUBUH KRISTUS

29 08 2009

Murid Berkata:

1. Alangkah besarnya kekayaan kemanusiaanMu, ya Tuhan, yang Engkau sediakan bagi mereka yang takut kepada Dikau (Masm. 31 : 20).

Bila kupikirkan, ya Tuhan, bahwa sementara orang yang bertakwa menyambut SakramenMu dengan tekun dan cintakasih yang sebesar-besarnya, maka sering kali aku merasa malu atas diriku sendiri, karena aku menghadap altarMu dan menyambut perjamuanMu yang kudus dengan rasa malas dan dingin saja; karena aku merasa dingin dan tiada bersemangat dalam hati; pula karena aku tiada merasa bernyala terhadapMu, ya Tuhan. Dan malu pula, karena aku tidak begitu tertarik dan terharu seperti halnya banyak orang yang takwa, yang oleh karena kerinduan mereka yang sangat besar untuk menyambut komuni dan karena cintakasih yang terasa tiada dapat menahan air mata mereka, tetapi dengan segenap hati dan jiwa begitu sangat rindunya kepadaMu, ya Allah, sumber kehidupan, hingga tiada jalan lain bagi mereka untuk memuaskan lapar mereka selain menyambut TubuhMu dalam kegembiraan yang dalam dan dengan kerinduan rohani yang sangat besar.

2. O, kepercayaan mereka yang benar-benar dan menyala-nyala adalah sungguh-sungguh bukti yang tegas, bahwa Engkau berada di situ.

Memang mereka sungguh mengenal Tuhan mereka dalam memecahkan roti, sedang hati mereka sangatlah menyala karena Yesus, yang berjalan bersama mereka.

Tetapi tekun dan takwa yang begitu besar, kasih yang begitu menyala, sering kali tidak kumiliki sama sekali.

Kasihanilah aku, ya Yesus yang baik, manis dan terkasih; dan berilah kepadaku, pengemisMu yang hina ini, agar supaya dia setidak-tidaknya kadang-kadang di dalam komuni dapat memperoleh rasa kenikmatan kasihMu sedikit saja; agar kepercayaanku lebih menjadi kuat, pengharapanku atas kebaikanMu bertambah-tambah, dan agar

cintakasihku, setelah merasakan manha surgawi, akhirnya akan menyala dengan sempurna dan tiada lagi menjadi surut.

3. Bukankah kerahimanMu cukup kuat untuk memberi rahmat yang sangat ku inginkan itu kepadaku, dan pada saat yang berkenan kepadaMu, sudi mendatangi daku dengan semangat yang menyala.

Sebab meskipun rinduku itu tidak begitu menyala seperti umatMu yang terpilih, namun aku ingin juga kerena rahmatMu mempunyai kerinduan yang begitu besar dan bernyala; dan aku berdoa dan memohon, supaya dapat merupakan bagian daripada orang-orang yang sangat kasih kepadaMu itu, dan semoga boleh termasuk dalam persekutuan mereka yang kudus itu.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.